Selasa, 01 September 2015

Stek Pada Tanaman

By Risman | At 18.21 | Label : | 0 Comments
Pengertian dan definisi dari stek adalah suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya. Definisi lain dari stek adalah salah satu cara pembiakan tanaman tanpa melalui proses penyerbukan (generatif) tetapi dengan jalan pemotongan batang, cabang, akar muda, pucuk, atau daun dan menumbuhkannya dalam media padat atau cair sebelum dilakukan penyapihan.
Perkembangbiakan dengan stek dilakukan dengan cara menanam bagian tertentu tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru terlebih dahulu.
Stek dibagi menjadi dua yaitu :
A. Stek Batang                           
   Contohnya :                         

    1. Tumbuhan Ketela Pohon

   2. Tumbuhan Mawar 


B. Stek Daun                             
   Contohnya :                         

   1. Tanaman Cocor Bebek

   2. Tanaman Begonia 

Keuntungan dari stek batang adalah pembiakkan ini lebih efisien jika dibandingkan dengan cara lain karena cepat tumbuh dan penyediaan bibit dapat dilakukan dalam jumlah yang besar. Sedangkan kesulitan yang dihadapi adalah selang waktu penyimpanan relatif pendek antara pengambilan dan penanaman

 

Cara Mencangkok Pohon

By Risman | At 18.12 | Label : | 0 Comments
Pada musim hujan seperti ini sangat memudahkan kita untuk mencangkok tanaman, karena  saat musim hujan kita tidak perlu menyiram cangkokan untuk memenuhi kebutuhan air pada media cangkokan,  di saat musim seperti ini lah yang paling cocok untuk melakukan proses pencangkokan.
Sebelum melakukan proses pencangkokan perlu untuk mengetahui pemaham dasar pencangkokan, sebernarnya apa sih mencangkok itu?  mencangkok adalah teknik  pengembangbiakan tanaman yang menggunakan organ vegetatif tanaman sehingga rasa buah dari hasil pencangkokan sama dengan rasa buah dengan induknya,  pada tahapan awal pencangkokan lapisan kambium batang dihilangkan  karena kambium berperan besar dalam pembentukan  xylem dan floem,  lapisan kambium ini dibersihkan pada waktu penyayatan sehingga zat zat makanan  atau segala sesuatu yang berasal dari daun-daun  dibagian atas sayatan tidak mengalir kebawah sayatan atau  akar yang nantinya akan terjadi penumpukan auksin dan karbohidrat , dan dengan media tanah yang digunakan auksin dan karbohidrat akan menstimulir timbulnya akra pada batang dibagian atas sayatan. pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak. karena akan menggu atau merusak pohon itu sendiri.

Perlengkapan Untuk Pencangkokan

berikut adalah perlengkapan pencangkokan:

  1. pisau
  2. cocopeat / arang sekam
  3. tali
  4. kantong plastik
  5. timba
  6. media cangkok : tanah subur(kompos yang sudah menjadi tanah) + cocopeat/arang sekam dengan perbandingan 1 : 1

Menyiapkan Cabang Pohon Yang Mau Di Cangkok

  1. pastikan tanaman yang mau dicankok tanaman yang sehat dan yang sudah bisa berbuah
  2. tentukan cabang yang lulus dengan diameter 1 cm - 3 cm atau cabang yang dianggap kucup kuat.
  3. Kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan pertama berjarak sekitar 3 - 5 cm (tergantung besar kecilnya cabang yang mau di cankok)
  4. kelupas kulit antara keratan tadi
  5. kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin.
  6. lebih bagus lagi  dibiarkan selama 1 - 2 hari. ini bertujuan agar getah benar-benar hilang.
gambar 1. pengelupasan kulit barang

Menyipkan Media Cangkok 

Masukan media cangkok yang berupa kompos + cocopeat kedalam kantong plastik tutup kantong plastik dengan cara di ikat. lalu belah higgga kedalam 1/2 dari tebal media cangkok(jangan sampai terbelah jadi 2)  (Gambar 2)
gambar 2. pembelahan kantong plastik berisi media

Proses Pencangkokan

  1. olesi bagian atas keratan cabang yang mau dicankok dengan zat pengatur tumbuh (auksin) kalau tidak punya bisa pake bawang merah air dari bawang merah ini mengantung auksin
  2. tempelkan kantong plastik yang sudah dibelah tadi ke cabang pohon yang mau dicangkok
  3. media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai menutupi bagian atas luka keratan, jangan lupa di ikat yang kuat, ikat bagian atas dan bagian bawah cangkokan,  bila dirasa kurang kuat ikat juga bagian tengah cangkokan
  4. usahkan kondisi cankokan tetap lembab, kalau pada musing hujang kondisi media selalu lembab jadi tidak perlu menyiram tiap hari
  5. amati akar yang muncul pada cangkokan,  kalau akar sudah banyak, cankokan sudah siap dipanen pada umumnya pemanenan dilakukan selah 2 - 4 bulan ini tergantung jenis tanaman yang dicangkok.
gambar 3. pengikatan medi cangkok ke  cabang pohon

Cara Memanen Cangkokan:

  1. cangkokan yang sudah siap dipanen  sebaiknya dipotong dengan pisau atau dengan gunting, jangan menggunakan gergaji karena dapat menimpulkan getaran pada tanaman sehingga membuat bibit tanaman jadi stres. (gambar 4.a)
  2. kemudian pangkas ujung2 pupus daun.
  3. setalah selesai dipangkas, celupkan cankokan tadi kedalam air kira-kira 3 menit (gambar 4.b)
  4. setakah bibit di celupkan sampai media basah, bibit ditidurin(dibiarkan tergeletah horizontal) di tampat yang teduh selama 2 - 3 hari, karena kalau bibit kita berdirikan secara vertikal terjadi gaya gravitasi sehingga akar sulit memompa air keatas karena akar tersebut masih stres, dengan cara seperti inilah akar jadi lebih mudah memompa air ke daun sehingga persentasi untuk hidup jadi lebih besar (gambar 4.c)
  5. setelah proses diatas selesai selanjutnya bibit sudah dapat di pindahkan ke kulibek atau langsung ditanam. jangan lupa untuk mengelupas plastik dari  media cankok secara hati2. (gambar 4.d)
gambar 4.a, panen bibit cangkok
gambar 4.b, pencelupan bibit cangkok

gambar 4.c, menidurkan bibit cankok
gambar 4.d, pemindahan bibit cankok kekulibek

Senin, 31 Agustus 2015

Operasi Hitung Campuran

By Risman | At 19.31 | Label : | 0 Comments
Operasi hitung campuran adalah operasi hitung bilangan yang melibatkan lebih dari satu operasi hitung bilangan. Operasi hitung bilangan terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Operasi hitung campuran dapat berupa kombinasi dari keempat operasi hitung tersebut. Operasi hitung campuran yang dimaksud di sini adalah operasi hitung campuran untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, sehingga operasi hitung masih sederhana. Untuk dapat mengerjakan operasi hitung campuran bilangan harus dipahami aturan-aturan yang berlaku dalam operasi hitung campuran. Aturan operasi hitung campuran adalah sebagai berikut :
  • Operasi dalam tanda kurung harus didahulukan.
  • Operasi perkalian dan pembagian setingkat. Selesaikan perhitungan dan sebelah kiri ke kanan.
  • Operasi penjumlahan dan pengurangan setingkat. Selesaikan perhitungan dari sebelah kiri ke kanan.
  • Operasi perkalian dan pembagian lebih tinggi daripada penjumlahan dan pengurangan. Perkalian dan pembagian harus dikerjakan dahulu.
Perhatikan beberapa contoh berikut ini :
1. 256 – 19 × 11 = ....
    = 256 - 209
    = 47
2. 1.440 : 12 + 54 × (25 -15) = ....
    = 1.467 : 12 + 54 x 10
    = 120 + 54 x 10
    = 120 + 540
    = 660
3. 540 × 34 – 19 × 480 = ....
    = 18.360 - 19 x 480
    = 18.360 - 9.120
    = 9.240
4. 7.894 + 12.876 : 12 – 1.001 = ....
    = 7.894 + 1.073 - 1.001
    = 8.967 - 1.001
    = 7.966
5. 98.652 : 12 + (453 × 112) – 51.346 = ....
    = 98.652 : 12 + 50.736 - 51.346
    = 8.221 + 50.736 - 51.346
    = 58.957 - 51.346
    = 7.611

Minggu, 30 Agustus 2015

Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai

By Risman | At 18.39 | Label : | 0 Comments
Untuk memahami contoh soal ini anda harus memahami terlebih dahulu konsep perbandingan berbalik nilai. Konsep-konsep tersebut sangat penting untuk dipelajari agar anda dengan mudah memahami contoh-contoh soal berikut ini.
Contoh Soal 1
Waktu yang dibutuhkan untuk membaca 300 kata adalah 1 menit. Untuk membaca 1 buah buku cerita ialah membutuhkan waktu 4 jam. Andi mempunyai kecepatan membaca 400 kata per menit, berupa waktu yang dibutuhkan Andi untuk membaca cerita yang sama?

Jawab:
300 kata => 4 jam
400 kata => x
Maka
300/400 = x/4
x = 4 . 300/400
x = 3
Jadi, untuk membaca cerita yang sama Andi membutuhkan waktu 3 jam.
Contoh Soal 2
Dengan kecepatan 54 putaran per menit (rpm), sebuah piringan hitam, mampu berputar selama 18 menit. Jika piringan hitam itu berputar selama 12 menit, berapa kecepatannya?
Jawab:
54 => 18 menit
x => 12 menit
Maka
54/x = 12/18
x = 54 . 18/12
x = 81
Jadi, piringan hitam itu berputar selama 12 menit dengan kecepatan 81 putaran per menit.
Contoh Soal 3
Seorang peternak mempunyai persediaan makanan untuk 20 ekor kambing selama 18 hari. Kemudian peternak membeli 4 ekor lagi, berapa lama persediaan itu akan habis?
Jawab:
20 ekor => 18 hari
karena peternak membeli lagi 4 ekor maka ternaknya menjadi 24 ekor,
24 ekor => x
Maka
20/24 = x /18
x = 18 . 20/24
x = 15 hari
Jadi jika menambah ternak lagi 4 ekor maka persedian makanan akan habis dalam 15 hari.
Contoh Soal 4
Seorang ibu membagikan kue kepada 28 anak, masing-masing anak mendapat 4 potong kue. Jika kue itu dibagikan kepada 16 anak, berapa banyak kue yang diterima masing-masing anak?
Jawab:
28 anak => 4 potong
16 anak => x 
Maka
28/16 = x/4
x = 4 . 28/16
x = 7
Jadi, jika kue itu dibagikan kepada 16 anak, maka banyak kue yang diterima masing-masing anak sebanyak 7 potong.
Contoh Soal 5
Untuk membangun sebuah rumah, seorang pemborong membutuhkan 15 orang tukang selama 20 hari. Jika tukang yang datang hanya 12 orang, berapa lama mereka menyelesaikan borongan itu?
Jawab:
15 orang => 20 hari
12 orang => x
Maka
15/12 = x/20
x = 20 . 15/12
x = 25
Jadi, jika tukang yang datang hanya 12 orang, maka mereka mampu menyelesaikan borongan itu selama 25 hari.
Contoh Soal 6
Sebuah persegi panjang dengan ukuran panjang 26 cm dan lebar 20 cm. Jika ukuran panjang dibuat 25 cm, berapa ukuran lebar supaya ukuran luas persegi panjang itu tetap?
Jawab:
Panjang 26 cm => lebar 20 cm
Panjang 25 cm => x
Maka
26 cm/25 cm = x/20 cm
x = 20 cm (26 cm/25 cm)
x = 20,8 cm
Jadi, supaya ukuran luas persegi panjang itu tetap maka lebarnya harus dijadikan 20,8 cm
Contoh Soal 7
Sebuah mobil yang dikendarai oleh Nanda, mampu menempuh jarak tertentu selama 15 jam dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika untuk menempuh jarak tersebut Nanda menghendaki 5 jam lebih cepat, tentukan kecepatan rata-ratanya.
Jawab:
15 jam => 60 km/jam
Karena Nanda menghendaki 5 jam lebih cepat maka ia harus menempuh jarak tersebut dalam waktu 10 jam
10 jam => x
Maka
15 jam/10 jam = x /60
x = 60 . (15 jam/10 jam)
x = 90 km/jam
Jadi, jika untuk menempuh jarak tersebut Nanda menghendaki 5 jam lebih cepat, maka kecepatan rata-ratanya menjadi 90 km/jam
Contoh Soal 8
Harga sebuah buku Rp 1.500,00 dan harga sebuah pulpen Rp 2.700,00. Tuti dapat membeli 18 buah buku dengan semua uangnya. Berapa jumlah pulpen yang dapat dibeli Tuti dengan menggunakan semua uangnya?
Jawab:
Harga Rp 1.500,00 => 18
Harga Rp 2.700,00 = x
Maka
Rp 1.500,00/2.700,00 = x/18
x = 18 . (Rp 1.500,00/2.700,00)
x = 10
Jadi, jumlah pulpen yang dapat dibeli Tuti dengan menggunakan semua uangnya adalah 10 buah.
Semoga conto-contoh soal tersebut membantu anda dalam memahami konsep-konsep perbandingan berbalik nilai
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz