Kamis, 01 November 2012

Kenampakan Buatan di Indonesia

By Risman | At 15.32 | Label : | 0 Comments
 
Kenampakan buatan di Indonesia sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh faktor kebutuhan manusia. Lingkungan buatan adalah daerah yang sengaja dibuat lingkungan baru untuk kepentingan tertentu. Kepentingan manusia, antara lain untuk kemakmuran, melindungi satwa dan tumbuhan, pembangunan sarana dan prasarana bagi umum, untuk PLTA, dan untuk tujuan wisata atau rekreasi. Kenampakan alam buatan, antara lain sebagai berikut.
1. Waduk
Waduk adalah bendungan atau dam yang merupakan danau buatan. Waduk dimanfaatkan untuk kepentingan irigasi, perikanan, PLTA, dan wisata. Contohnya adalah Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, Waduk Cirata di Jawa Barat dan Waduk Gajah Mungkur, Waduk Malahayu di Jawa Tengah.
2. Pelabuhan
Pelabuhan merupakan bandar atau tempat berlabuh atau singgahnya kapalkapal, baik kapal barang atau kapal muatan penumpang. Pelabuhan juga sebagai tempat transaksi perdagangan, ekspor impor, dan bea cukai. Semua kegiatan tersebut menambah devisa negara. Pelabuhan di Indonesia, antara lain Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.
3. Kebun Binatang
Kebun binatang merupakan tempat yang sengaja dibuat untuk melestarikan hewan dari kepunahan dan mengembangbiakkan hewan tersebut. Kebun binatang biasanya dibuka untuk wisata atau rekreasi masyarakat umum. Kebun binatang yang terkenal di Indonesia adalah Ragunan di Jakarta, Taman Safari di Bogor, Wonokromo di Surabaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.
4. Bandar udara
Bandar udara adalah tempat yang sengaja dibuat untuk tinggal landas sebuah pesawat. Sarana ini termasuk dalam transportasi udara. Bandar udara yang terkenal adalah Soekarno- Hatta di Jakarta, Juanda di Surabaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.
5. Perkebunan
Perkebunan adalah areal yang sengaja dibuat untuk ditanami tanaman industri seperti kelapa sawit, kopi, teh, coklat, karet, kelapa, tembakau ,tebu dan lain-lain.
6. Kawasan industri /Pabrik
Kawasan industri adalah daerah yang sengaja dibangun untuk lokasi usaha dalam lingkup besar, seperti pabrik. Biasanya pabrik dibangun di daerah yang agak jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini, bertujuan agar polusi dari pabrik tersebut tidak menggangu kenyamanan penduduk. Keuntungan dari pembuatan kenampakan buatan antara lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kesempatan kerja luas, dan tersedianya fasilitas yang lebih baik. Sedangkan kerugiannya adalah rusaknya lingkungan,dan pencemaran lingkungan.

Cara Membuat Label Pada CD/DVD

By Risman | At 01.53 | Label : | 2 Comments

Membuat Label CD/DVD Menggunakan NERO CoverDesigner

PERTAMA :
Supaya mudah saya gunakan aplikasi NERO karena biasanya kalau beli CD/DVD ROM diberi Aplikasi NERO
KEDUA :
Mengatur ukuran yang ada di Label CD/DVD seperti panjang kertas, lebar kertas, Ukuran lingkaran, dll.
Langkah-langkahnya :
1. Buka NERO CoverDesigner
2. File > Paper Stocks..
3. Pilih Add Stocks. Berikan Name "Suka-suka Anda" kalau bisa sih sesuai merk biar mudah mencarinya. Ganti ukurannya : Width = Lebar(mm) dan Height = Tinggi(mm).

4. Add Item pilih Disc
5. Atur
- Outer Radius :  58.000/58.500(mm). adalah 1/2 dari diameter dalam pada cutting area dari
sticker CD Label
- Inner radius :  8.000/20.500(mm) adalah ukuran dari diameter lingkaran kecil ditengah Label CD/DVD
- Position X :  (mm). Margin/Batas Kiri(jarak dari pinggir kertas sampai lingkaran)
- Position Y :  (mm). Margin/Batas Atas(jarak dari pinggir kertas sampai lingkaran)
6. Jika Label CD/DVDnya ada dua ulangi langkah 4 dan 5
7. Selesai lanjut ketahap selanjutnya
KETIGA : 
Membuat Label CD/DVD
1. Buka NERO CoverDesigner jika sudah dibuka gak usah dibuka lagi ya..
2. File > NEW.. bisa langsung CTRL+N
3. Pilih Standard > Empty Document > OK

Jika ingin hanya CD/DVDnya tanpa Cover bisa di Costum > Empty Document > OK
4. Pada Tab DISC 1 "Normal Paper" diganti dengan Paper Stocks Buatanmu(yang di KEDUA)
5. Jika sudah selesai mengedit. Pilih File>Print>Elements. Hilangkan pilihan yang tidak ingin di Print.
6. Selamat belajar

Memahami Unsur -Unsur Cerita

By Risman | At 01.49 | Label : | 0 Comments
Cerita rakyat adalah golongan cerita  yang hidup dan berkembang secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Disebut cerita rakyat karena cerita ini hidup di kalangan rakyat dan hampir semua lapisan masyarakat mengenal cerita itu. Cerita rakyat milik masyarakat bukan milik seseorang. Cerita rakyat biasanya disampaikan secara lisan oleh tukang cerita yang hafal alur ceritanya. Itulah sebabnya cerita rakyat disebut sastra lisan. Cerita disampaikan oleh tukang cerita sambil duduk-duduk di suatu tempat kepada siapa saja, anak-anak dan orang dewasa.( Djamaris 1993 : 15)

Dalam sebuah cerita rakyat terdapat beberapa unsur yang mendukung cerita tersebut,unsur-unsur yang mendukung tersebut antara lain :
1.       

1. Tema
Tema adalah Gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari suatu cerita disebut tema. Atau gampangnya, tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Tema merupakan jiwa dari seluruh bagian cerita. Karena itu, tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita. Tema ada yang dinyatakan secara eksplisit (disebutkan) dan ada pula yang dinyatakan secara implisit (tanpa disebutkan tetapi dipahami).
2) Amanat
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya. Sebagaimana tema, amanat dapat disampaikan secara implisit yaitu dengan cara memberikan ajaran moral atau pesan dalam tingkah laku atau peristiwa yang terjadi pada tokoh menjelang cerita berakhir, dan dapat pula disampaikan secara eksplisit yaitu dengan penyampaian seruan, saran, peringatan, nasehat, anjuran, atau larangan yang berhubungan dengan gagasan utama cerita.
3) Tokoh
Tokoh adalah orang yang mengalami peristiwa-peristiwa dalam berbagai peristiwa cerita. Pada umumnya tokoh berwujud manusia, namun dapat pula berwujud binatang atau benda yang diinsankan. Ada dua macam tokoh dalam sebuah cerita, yaitu :
  1. Tokoh protagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.
  2. Tokoh antagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.
4)  Watak
Watak adalah sifat, perangai, kelakuan tokoh.
5) Alur (Plot)
Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Alur dapat disusun berdasarkan dua hal, yaitu:
  • Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus. Dimana cerita bergerak dari suatu titik dan kemudian berkembang sampai klimaks dan akhir atau penyelesaian cerita tersebut
  • Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur. Cerita dimulai dari suatu situasi yang merupakan akibat dari runtutan peristiwa sebelumnya. Penceritaan bergerak mundur mengurai setiap peristiwa yang menjadi penyebab situasi akhir tersebut.
  1. Berdasarkan urutan waktu terjadinya.
  2. Berdasarkan hubungan sebab akibat.
  3. Berdasarkan tema cerita. Alur yang demikian disebut alur tematik. Dalam cerita yang beralur tematik, setiap peristiwa seolah-olah berdiri sendiri. Kalau salah satu episode dihilangkan cerita tersebut masih dapat dipahami.
6). Latar (setting)
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana, dan situasi terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok:
a. Latar tempat, mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita.
b. Latar waktu, berhubungan dengan masalah ‘kapan’ terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita.
c. Latar sosial, mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial bisa mencakup kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, serta status sosial.
d. Latar Suasana
adalah penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Latar suasana dapat berupa suasana menegangkan, lucu, bahagia, sedih, haru ataupun duka.

Metode Percobaan (Experimental Method)

By Risman | At 01.45 | Label : | 1 Comments
Pengertian Metode Percoban (Experimental Method)
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal . Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanan yang berisi tentang rangkaian yang didesain untuk mencapai pendidikan tertentu, J.R. David, ( Sanjaya, 2006).
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari, mengalami suatu proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mecoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Sedangkan menurut Roestiyah (2001:80) metode eksperimen adalah suatu cara mengajar dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaanya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Menurut Schoenherr, ( Palendeng, 2003 ) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksperimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesaempatan untuk menyusun sendiri konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan   alam kehidupanya. Dalan metode eksperimen, guru dapat mengembangkan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan proses agar  memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang diperoleh secara langsung dapat tertanam dalam ingatanya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.
Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.
1. Tujuan dan Esensi Metode Percobaan (Experimental Method)
Penggunaan metode percobaan ini mempunyai tujuan yaitu agar siswa mampu dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan yang dihadapi dengan melakukan percobaan sendiri. Selain itu siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah, dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dan teori sesuatu yang sedang di pelajari. Esensi dari penggunaan metode eksperimen yakni menyajikan bahan pelajaran melalui percobaan serta mengamati suatu proses. Pengalaman belajar yang akan diperoleh adalah menguji sesuatu, menguji hipotesis, menemukan hasil percobaan dan mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Agar penggunaan metode eksperimen ini efesien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Dalam eksperimen setiap siswa harus melakukan percobaan, maka jumlah alat dan bahan harus cukup bagi setiap siswa.
b. Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau hasilnya tidak membahayakn maka kondisi alay dan mutu  bahan yang digunakan harus baik dan bersih.
c. Dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses perubahan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama.
d. Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yan jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungan oleh guru dalam memilih objek yang akan dieksperimenkan.
2. Prosedur pelaksanaan eksperimen
Roestiyah (2001: 81) bahwa pelaksanaan metode eksperimen adalah sebagai berikut:
a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen.
b) Memberikan penjelasan kepada siswa tentang alat-alat dan bahan yang akan digunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat.
c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempuranaan jalannya eksperimen.
d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau Tanya jawab.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan atau dipersiapkan guru dalam eksperimen
Menurut E. Mulyasa (2007) hal-hal yang harus dipersiapkan guru dalam melakukan eksperimen adalah:
a) Tetapkan tujuan eksperimen
b) Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
c) Persiapkan tempat melakukan eksperimen
d) Perhitungkan jumlah siswa, sesuai dengan alat yang tersedia
e) Perhatikan keamanan dan keselamatan agar dapat memperkecil resiko yang mungkin berbahaya perhatikan disiplin dan tata terstib, terutama dalam menjaga alat dan bahan yang digunakan
f) Berikan penjelasan tentang apa yang harus diperhatiakan, tahapan yang harus dilakukan, dan yang dilarang.
 Batas-batas kemungkinan pemakaian metode eksperimen
- Kurangnya persiapan dan pengalaman pada diri guru menimbulkan kesulitan di dalam pelaksanaan eksperimen.
- Jika eksperimen memerlukan waktu yang cukup panjang, guru dituntut keseksamaan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap pelajaran tetap dapat berjalan dengan baik.
- Jika alat-alat tidak cukup mengakibatkan tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk mengadakan eksperimen, Subari (1988: 87).
 4. Tahap-tahap Pelaksanaan Eksperimen
Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng, (2003) meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari.
2. Pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut.
3. Hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatan.
4. Verifikasi, egiatan untuk membuktikan kebenaran dan dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok . siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya.
5. Aplikasi konsep setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari.
6. Evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahanan konsep dapat diketahui apabila siswa mampuh mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh dan menerapkan konsep yang terkait dengan pokok bahasan.
Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen menurut Djamarah (2002),
Kelebihannya adalah :
a. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobannya.
b. Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dan hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
c. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
 
Kekurangannya adalah :
a. Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sainis dan teknologi.
b. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadang mahal.
c. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.
d. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian.
 5. Prinsip-prinsip Pengajaran Eksperimen
Metode Eksperimen sangat khas untuk membelajarkan perinsip atau generalisasi hubungan dua variable, yaitu variabel bebas dan variabel terkait. Sehubungan dengan penjelasan ini, metode eksperimen dapat dibagi menjadi eksperimen sederhana, ekserimen terkontrol, dan eksperimen berujung terbuka (openendedeksperimen ), Thurber dan Collet, (Irawan Jaya). Dengan adanya pembagian ini, guru tidak perlu khawatir bahwa pelaksanaan eksperimen di kelas sains yang menggunakan TIK akan memakan waktu banyak, pelaksanaannya rumit dan adanya kesulitan yang lain.
a. Eksperimen Sederhana
Banyak masalah IPA yang dapat dipecahkan dengan eksperimen sederhana, sehingga tidak memerlukan tahap-tahap pekerjaan yang terpisah untuk menyelesaikannya. Langkah dan eksperimen sederhana itu adalah:
1). Pengajuan masalah
2). Pelaksanaan percobaan untuk pengamatan masalah
3). Pengambilan kesimpulan.
Dalam eksperimen ini perlu dilakukan pengontrolan terhadap variabelvariabel bebas yang tidak dipelajari, karena pengaruhnya terhadap variabel terikat dapat diabaikan atau memang tidak ada variabel lain yang berpengaruh kacuali variabel yang sedang dipelajari.Sebagai contoh, masalah yang akan dipecahkan adalah: “apakah tepung beras mengamdung amilum?” masalah itu cukup di pecahkan dengan percobaan, yang dilakukan dengan meneteskan larutan YKY (Yodium) pada tepung beras, kemudian mengamati bahwa zat tersebut berubah warna biru. Untuk mengambil kesimpulan, siswa cukup mengambil kesimpulan bahwa tepung beras mengandung amilum berdasarkan perubahan warna yodium menjadi biru.
b. Eksperimen Terkontrol
Hubunhgan antara suatu variabel bebas dan variabel terikat dalam fenomenafenomena alam banyak yang tidak dapat diamati karena adanya variabel lain yang berpengaruh terhadap variabel terikat yang diamati. Misalnya, pada suatu tanaman pot baru yang tanahnya diberi urea, pertumbuhannya subur, tetapi tidak dapat disimpulkan begitu saja bahwa yang menyebabkan subur adala zat urea, karena orang berfikir bahwa factor lain juga dapat berpengaruh. Hubungan antara variabel-variabel seperti itu dapat diajarkan kepada siswa dengan metode eksperimen terkontrol. Dalam metode ini dibuat eksperimen dengan menggunakan dua kelompok tanaman pot yag medium tanahnya sama, tetapi pada satu kelompok tanaman tanah diberi pupuk urea. sementara kelompok tanaman yang lain tidak diberi urea. Dalam pelaksanaan metode eksperimen terkontrol, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
1). Pengajuan masalah
2). Pengajuan hipotesis
3).Pengontrolan variabel (membuat perlakuan variabel bebas dan mengendalikan varabel terkontrol
4). Pelaksanaan eksperimen
5). Pengolahan data
6). Pengambilan kesimpulan
Dalam metode eksperimen terkontrol kesimpulan yang dibuat bersifat tertutup, artinya kesimpulan itu merupakan jawaban yang pasti (tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, atau tidak mengundang munculnya masalah baru). Sejalan degan pendekatan eksperimen ada keterkaitan pula antara pendekatan eksperimen dengan pendekatan proses. Dapat dikatakan bahwa pendekatan eksperimen adalah bagian dari keterampilan proses. Para ahli IPA dalam menanyakan, memeriksa, menyelidiki suatu objek atau gejala alam untuk memcahkan masalah, menemukan konsep, atau perinsip melalui proses-proses tertentu antara lain  : mengamati, mengklasifikasi, merumuskan hipotesis dan melakukan eksperimen.

Kamis, 25 Oktober 2012

Bank Soal

By Risman | At 19.05 | Label : | 0 Comments

Ulangan Harian

By Risman | At 18.54 | Label : | 0 Comments

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kumpulan Makalah

By Risman | At 17.13 | Label : | 0 Comments
  1. Makalah ABK
  2. Makalah Agama Islam
  3. Makalah Agraria
  4. Makalah Akutansi
  5. Makalah Aliran-Aliran Pendidikan
  6. Makalah Antropologi
  7. Makalah Antropologi Hukum
  8. makalah bahasa indonesia
  9. Makalah Bahasa Inggris
  10. makalah bahasa sunda
  11. Makalah Bantuan Hukum
  12. Makalah Belajar Dan Pembelajaran
  13. Makalah Bimbingan dan Konseling
  14. Makalah Bimbingan Konseling
  15. Makalah Biologi
  16. Makalah Budaya
  17. Makalah Dasar-Dasar Pendidikan
  18. Makalah Demokrasi
  19. Makalah Ekonomi
  20. Makalah Ekonomi Pendidikan
  21. Makalah Evaluasi Pembelajaran
  22. Makalah Evaluasi Pendidikan
  23. Makalah Filsafat
  24. Makalah Filsafat Pendidikan
  25. Makalah Filsafat Pendidikan Islam
  26. Makalah Fisika
  27. Makalah Hak Asasi Manusia
  28. Makalah HAM
  29. Makalah Hukum
  30. Makalah Hukum Adat
  31. Makalah Hukum Administrasi Daerah
  32. Makalah Hukum Asuransi
  33. Makalah Hukum Bisnis
  34. Makalah Hukum Dagang Internasional
  35. Makalah Hukum Di Indonesia
  36. Makalah Hukum Ekonomi Internasional
  37. Makalah Hukum Jaminan
  38. Makalah Hukum Kepailitan
  39. Makalah Hukum Kesehatan
  40. Makalah Hukum Laut Internasional
  41. Makalah Hukum Organisasi Internasional
  42. Makalah Hukum Pajak
  43. Makalah Hukum Pemda
  44. Makalah Hukum Perbankan
  45. Makalah Hukum Perburuhan
  46. Makalah Hukum Perdagangan Internasional
  47. Makalah Hukum Perdata Indonesia
  48. Makalah Hukum Perdata Internasional
  49. Makalah Hukum Perjanjian
  50. Makalah Hukum Perjanjian Internasional
  51. Makalah Hukum Perkawinan
  52. Makalah Hukum Perlindungan Anak
  53. Makalah Hukum Perlindungan Konsumen
  54. Makalah Hukum Persaingan Usaha
  55. Makalah Hukum Pidana
  56. Makalah Hukum Tata Usaha Negara
  57. Makalah Hukum Waris Adat
  58. makalah ilmu bahasa
  59. Makalah Ilmu Hukum
  60. Makalah ilmu Pendidikan
  61. Makalah Ilmu Politik
  62. Makalah ilmu sosial dan Politik
  63. makalah inovasi pendidikan
  64. Makalah Jurusan Bahasa
  65. Makalah Jurusan IPA
  66. Makalah Jurusan IPS
  67. Makalah Jurusan Matematika
  68. Makalah Kajian Islam
  69. Makalah Kapita Selekta Pendidikan
  70. Makalah Ketahanan Pangan
  71. Makalah Kimia
  72. Makalah Konsep Dasar Tekhnologi
  73. makalah konsep dasar teknologi
  74. Makalah Kurikulum Dan Pembelajaran
  75. Makalah Kurikulum Pendidikan
  76. Makalah Lembaga Pendidikan
  77. Makalah Lingkungan Hidup
  78. Makalah Manajemen
  79. makalah Manajemen Pendidikan
  80. Makalah Manajemen Perkantoran
  81. Makalah Media
  82. Makalah Media Pembelajaran
  83. Makalah Media Pendidikan
  84. Makalah PAUD
  85. Makalah Pedagogik
  86. Makalah Pembelajaran
  87. makalah pembelajaran mikro
  88. Makalah Pembelajaran Terpadu
  89. makalah pembelejaran terpadu
  90. Makalah Penataan Ruang
  91. Makalah Pendidikan
  92. Makalah Pendidikan Agama
  93. Makalah Pendidikan Anak
  94. Makalah Pendidikan Anak Usia Dini
  95. Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia
  96. Makalah Pendidikan Bahasa Inggris
  97. Makalah Pendidikan Biologi
  98. Makalah Pendidikan Budi Pekerti
  99. Makalah Pendidikan Dan Pembangunan
  100. Makalah Pendidikan Islam
  101. Makalah Pendidikan Jasmani
  102. Makalah Pendidikan Karakter
  103. Makalah Pendidikan Kesehatan
  104. Makalah Pendidikan Kewarganegaraan
  105. makalah pendidikan lingkungan hidup
  106. Makalah Pendidikan Luar Sekolah
  107. makalah pendidikan matematika
  108. Makalah Pendidikan Moral
  109. Makalah Pendidikan Multikultural
  110. Makalah Pendidikan Olahraga
  111. Makalah Pendidikan Pancasila
  112. Makalah Pendidikan Sekolah Dasar
  113. Makalah Pendidikan Seks
  114. Makalah Penegakan Hukum Di Indonesia
  115. Makalah Penelitian Pendidikan
  116. Makalah Penelitian Tindakan Kelas
  117. Makalah Pengantar Hukum Indonesia
  118. Makalah Pengantar Ilmu Hukum
  119. Makalah Pengantar Pendidikan
  120. Makalah Pengelolaan Kelas
  121. Makalah Pengelolaan Pendidikan
  122. Makalah Peningkatan Mutu Pendidikan
  123. Makalah Perbandingan Hukum Perdata
  124. Makalah Perbandingan Pendidikan
  125. Makalah Perencanaan Pembelajaran
  126. Makalah Perkembangan Pendidikan
  127. Makalah Pertahanan
  128. Makalah Pertanian
  129. Makalah PKn
  130. Makalah Politik Hukum Indonesia
  131. Makalah Psikologi
  132. Makalah Psikologi Pendidikan
  133. Makalah SDM
  134. Makalah Sejarah
  135. Makalah Sejarah Pendidikan Islam
  136. makalah semester 8
  137. Makalah Sistem Hukum Indonesia
  138. Makalah Sistem Pendidikan Nasional
  139. makalah sosiologi
  140. Makalah Sosiologi Antropologi
  141. makalah sosiologi antropologi pendidikan
  142. Makalah Sosiologi Hukum
  143. Makalah Sosiologi Pendidikan
  144. Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
  145. Makalah Teknologi Pendidikan
  146. Makalah Tentang Hukum Dan Ham
  147. Makalah Tentang Hukum Islam
  148. Makalah Tentang Hukum Lingkungan
  149. Makalah Tentang Hukum Pajak
  150. Makalah Tentang Pendidikan
  151. Makalah TIK
  152. makalh pendidikan anak berkebutuhan khusus
  153. Masalah Pendidikan
  154. My notes

Program Semester SD

By Risman | At 17.08 | Label : | 0 Comments

Softwere untuk sekolah

By Risman | At 17.06 | Label : | 0 Comments

Lagu-lagu Nasional pada Upacara SD

By Risman | At 17.00 | Label : | 0 Comments
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz