Kamis, 19 Juli 2012

Cara Mengubah Ukuran Inchi Ke Cm Dalam Office Ms Word 2007-2010

By Risman | At 16.41 | Label : | 0 Comments
Kita kadang bingun jetika melihat hasil  cetak yang di daptkan tidak sesuai, karena ukuran terlalu bessar atau terlau kecil ini di akibatkan pada pengaturan pada computer berbeda, kita biasa menggunakan ukuran Cm ( centimeter) sedangkan computer atau Negara lain biasa menggunakan standar ukuran inchi. Supaya tidak bingung berikut cara merubah  merubah inchi ke dalam cm ataupun sebaliknya pada MS Office atau MS Office Word 2010. 
Cara untuk mengubah ukuran inchi ke cm pada MS Office 2010 adalah sebagai berikut : 
  •  Buka dulu program MS Office Word 2007/2010.
  •  Pada bagian ribbon (Toolbar kalo dulu) klik kanan, kemudian akan muncul pilihan, pilih opsi "Costumize Quick Access Toolbar".
  • Akan muncul jendela Word Option, pilih tab Advance, kemudian tarik scroll ke bawah sampai ketemu bagian Display.
 
  • 3.      Pada bagian "Show measurement in units of" ubahlah Inchi ke centimeter atau milimeter. bila hal tersebut sudah dilakukan tekan tombol OK.
Demikian …. Semoga sukses..!!

s

Rabu, 18 Juli 2012

Alat Pencernaan Pada Manusia

By Risman | At 00.54 | Label : | 0 Comments
Alat Pencernaan Manusia
Yang dimaksud dengan Proses pencernaan adalah  suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses, organ-organ serta kelenjar-kelenjar pencernaan merupakan kesatuan dari sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh
Berdasarkan proses, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Pencernaan secara mekanik'
Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah.
b. Pencernaan secara kimiawi '
Pencernaan kimiawi terjadi di dalam rongga mulut, usus, dan lambung dengan bantuan enzim. Enzim adalah suatu zat kimia yang membantu proses pencernaan.Proses pencernaan makanan dalam tubuh kita terjadi di dalam alat pencernaan.
Adapun proses pencernaan makanan meliputi :
1. pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut disebut Ingesti:
2. proses mengunyah makanan oleh gigi disebut Mastikasi
3. proses menelan makanan di kerongkongan disebut Deglutisi.
4. pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung disebut Digesti:
5. proses penyerapan, terjadi di usus halus disebut. Absorpsi
6. pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus disebut Defekasi
Dalam melakukan proses pencernaan diperlukan alat-alat pencernaan yaitu rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.  Untuk memperjelas berikut adalah uraianya :

a. Rongga Mulut
Proses pencernaan pertama kali terjadi di dalam rongga mulut. Di dalam rongga mulut, makanan dikunyah dan dihancurkan oleh gigi, dibantu oleh lidah. Dalam rongga mulut juga ada enzim yang membantu pencernaan yaitu enzim amilase.
Gigi manusia terdiri atas gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.
1)   Gigi seri berbentuk pahat berfungsi untuk mencengkeram dan memotong makanan.
2)    Gigi taring berbentuk lancip dan runcing, berfungsi untuk menusuk dan mengoyak makanan.
3)    Gigi geraham berbentuk rata bergerigi, berfungsi untuk mengunyah makanan.

Gigi terdiri atas tiga bagian, yaitu  mahkota gigi, leher gigi, dan akar gigi. Bagian paling luar mahkota gigi dilapisi oleh email. Di bagian dalam mahkota gigi terdapat tulang gigi dan pulpa. Di dalam pulpa terdapat banyak pembuluh darah dan saraf. Bagian akar gigi tertanam dalam tulang rahang yang ditutupi oleh gusi. Jumlah gigi anak-anak dan gigi orang dewasa berbeda. Pada anak-anak, gigi berjumlah 20 buah yang terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Gigi orang dewasa berjumlah 32. Masingmasing 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 20 gigi geraham. Lidah juga membantu pencernaan makanan di dalam mulut. Dengan adanya lidah, kita dapat mengecap rasa manis, asin, asam, dan pahit. Lidah berfungsi dalam membantu proses menelan dan pencampuran makanan dalam mulut. Mengapa ketika kamu mengunyah nasi, lama kelamaan akan terasa manis? Di dalam mulut terdapat enzim untuk membantu pencernaan. Enzim tersebut dihasilkan oleh kelenjar ludah. Enzimnya disebut amilase. Enzim amilase berfungsi untuk mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula.

b. Kerongkongan
Setelah dicerna di dalam mulut, makanan akan masuk ke dalam kerongkongan. Perhatikan Gambar 1.11. Makanan didorong oleh otot kerongkongan menuju lambung. Gerakan otot ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik inilah yang menyebabkan makanan terdorong hingga masuk ke lambung.
Di pangkal leher, terdapat dua saluran, yaitu batang tenggorok dan kerongkongan. Batang tenggorok merupakan saluran pernapasan, sedangkan kerongkongan merupakan saluran makanan. Kedua saluran ini dipisahkan oleh sebuah katup. Jika kamu sedang makan, katup akan menutup. Ketika kamu bernapas, katup akan terbuka. Oleh karena itu, sebaiknya kamu jangan berbicara ketika sedang makan. Jika kamu berbicara ketika makan, saluran pernapasan terbuka. Apabila makanan masuk ke tenggorokan, kamu dapat tersedak.

c. Lambung
Perhatikan Gambar 1.12. Dari kerongkongan, makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim yang disebut pepsin. Pepsin berperan mengubah protein menjadi pepton. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang menyebabkan lambung menjadi asam. Asam klorida dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida berfungsi untuk membunuh kuman penyakit dan mengaktifkan pepsin. Ketika proses pencernaan terjadi di lambung, otot-otot dinding lambung berkontraksi. Hal tersebut menyebabkan makanan akan tercampur dan teraduk dengan enzim serta asam klorida. Secara bertahap, makanan akan menjadi berbentuk bubur. Kemudian, makanan yang telah mengalami pencernaan akan bergerak sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

d. Usus Halus
Usus halus merupakan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap. Di dalam usus halus terdapat dua proses pencernaan, yaitu pencernaan secara kimiawi dan proses penyerapan sari makanan. Di dalam usus dua belas jari, terjadi pencernaan makanan dengan bantuan getah pankreas. Getah pankreas dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Getah pankreas mengandung enzim-enzim, seperti enzim amilase, enzim tripsin, dan enzim lipase. Dari Gambar 1.13, dapatkah kamu menunjukkan bagian kelenjar pankreas?

Usus kosong terdapat di antara usus dua belas jari dan usus penyerapan. Di dalam usus kosong terjadi pula proses pencernaan secara kimiawi. Usus kosong memiliki dinding yang dapat menghasilkan getah pencernaan. Usus penyerapan adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Sari makanan adalah makanan yang telah dicerna secara sempurna. Di dalam usus penyerapan terdapat bagian yang di sebut vili. Vili banyak mengandung pembuluh darah. Vili inilah yang dapat menyerap sari-sari makanan.

e. Usus Besar
Setelah melewati usus halus, sisa makanan masuk ke usus besar. Usus besar terbagi atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. .
Di dalam usus besar, sisa makanan mengalami pembusukan. Pembusukan ini dibantu oleh bakteri Escherichia coli. Air dan garam mineral dari sisa makanan tersebut, akan diserap oleh usus kembali. Setelah itu, sisa makanan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk tinja (feses).
 
2.      GANGGUAN ALAT PENCERNAAN
Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya pun bermacam-macam, diantaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, keseimbangannutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi, dan kelainan pada organ pencernaan. Berikut ini beberapa gangguan pada sistem pencernaan:

1. Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada lapisan mukosa lambung.
2. Hepatitis
Hepatitis yakni radang organ hati karena infeksi virus.
3. Diare
Diare disebabkan terjadinya iritasi lapisan mukosa usus oleh bakteri sehingga penyerapanair terganngu dan feses menjadi encer.
4. Sembelit
Sembelit atau biasa juga disebut konstipasi, adalah rasa nyeri pada usus karena adanya penyerapan air yang berlebihan sehingga feses menjadi keras.
 5. Malnutrisi
Malnutrisi adalah nama lain dari penyakit kurang gizi, yakni penyakit yang disebabkanoleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan sel-sel pangkreas atropi kehilangan banyak retikulum endoplasma. Sebagai contoh adalahkwashiorkor. yaitu penyakit yang disebabkan kekurangan protein yang parah,  umumnya penyakit ini menyerang anak-anak.
Tukak lambung adalah pengrusakan selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkanoleh faktor-faktor kuman, toksin ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stres dankelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaranHCI di lambung. Jika HCI berlebihan, selaput lendiri lambung akan rusak.
 7. Hemoroid
hemoroid adalah pembengkakan pembuluh vena sekitar Anus.
8. Apendisitis
Apendisitis atau yang lebih familiar disebut usus buntu adalah peradangan apendiks atauumbai cacing

Senin, 16 Juli 2012

Cara Belajar

By Risman | At 06.33 | Label : | 0 Comments
Setiap orang tentu bebeda dalam menangkap atau memahami sesuatu tergantung dari kebiasaan dan gaya dalam belajarnya, untuk meudahkan kita dalam memberikan peajaran tentu kita harus paham dan memahami gaya  belajar , untuk diri  dan anak didik  berikut adalah gaya-gaya dalam belajar :

Gaya visual
Pembelajar dengan gaya visual akan lebih baik menyerap informasi yang didapatkan melalui gambat, video, graifs, dan teks buku. Orang-orang dengan tipe ini akan mendapatkan keuntungan ketika informasi disajikan melalui proyektor, papan tulis, dalam sebuah kertas, atau buku.

Penyuka gaya visual biasanya selalu memastikan catatan yang mereka buat dengan detil, dan selalu menyediakan waktu ekstra hanya untuk mereview kembali informasi yang didapatnya dengan membaca buku.

Seringkali, pembelajar gaya visual juga membuat sebuah gambar dan diagram ketika mencoba untuk memahami suatu subjek.

Gaya auditori
Pembelajar dengan gaya auditori akan merasa lebih efektif menyerap informasi hanya dengan mendengarkan materi yang dipresentasikan dosen atau pembicara, melalui rekaman suara, dan bentuk lain dari komunikasi verbal.

Ketika seorang dengan gaya visual lebih nyaman dengan membaca buku atau menyaksikan melalui video, maka pembajar auditori merasa lebih baik dengan menghadiri sebuah kelas perkuliahan untuk mendengarkan langsung dari sang dosen.

Gaya taktil
Pembelajar dengan tipe taktil akan menyimpan informasi dengan baik jika turut terlibat dan berpartisipasi, sehingga ia bisa bergerak dan melakukan sentuhan langsung. Pembelajar tipe ini juga dikenal dengan pembelajar tipe kinestetik.

Contoh dari gaya ini, biasanya bagi para siswa yang belajar bidang otomotif. Mereka akan mampu memelajari lebih baik dengan langsung mengutak-atik mobil daripada duduk di kelas mendengarkan dosen atau membaca buku. Lainnya, akan sangat antusias ketika ditugaskan untuk melakukan percobaan di laboratorium.

Gaya logis
Seseorang yang unggul dalam matematika dan memiliki keterampilan yang kuat penalaran logis biasanya masuk kategori pembelajar logis. Mereka melihat pola cepat dan memiliki kemampuan yang tajam untuk menghubungkan informasi yang tampaknya tidak masuk akal bagi orang lain.

Pembelajar gaya logis akan menyimpan informasi dengan lebih baik melalui gambaran koneksi yang dibuatnya setelah mengorganisir segala informasi yang didapat.

Gaya sosial
Pembelajar gaya sosial biasanya unggul dalam menulis dan kemampuan komunikasi verbalnya. Orang-orang dengan tipikal ini akan gampang berbicara dengan orang lain dan sering memahami perspektif mereka. Oleh karena itu, tak jarang orang akan meminta nasehat dari para pembelajar gaya sosial ini. Mereka juga dikenal bisa bekerja baik dalam kelompok dan menyukai berkonsultasi dengan guru secara individual.

Gaya soliter
Pembelajar gaya soliter biasanya lebih suka bekerja sendiri dalam bentuk yang lebih privasi. Mereka tidak tergantung kepada orang lain atau mengharapkan bantuan orang lain dalam memecahkan masalah studinya. Orang dengan tipe ini akan menganalisa apa yang mereka pelajari dengan preferensi dan metode sendiri. Dengan kesenangannya bekerja sendiri, sangat memungkinkan mereka akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk memecahkan permasalahan yang ditemukan.

Demikan gaya belajar yang dapat di sampaikan, mudahan menambah wawasan dan bermanfaat dalam gabi kita semua. Amiin!! jangan  berhenti  pernah ada kata berhenti untuk belajar..

Minggu, 15 Juli 2012

Tugas Administrasi Guru di Kelas

By Risman | At 15.54 | Label : | 0 Comments

Tugas pokok seorang guru di kelas  dalam penyusunan administrasi kelas  sebagai bukti nyata melaksanakan kewajiban sebagai aparat negara dan abdi masyarakat di dunia pendidikan adalah :
  1. Menyusun Program Pembelajaran yang meliputi :
    a. Menyusun Program Tahunan
    b. Menyusun Program Semester
    c. Menyusun Rencana Program Pembelajaran
  2.  Melaksanakan Program Pembelajaran dengan dilengkapi administrasi sebagai berikut :
a.    Daftar hadir siswa
b. Jurnal pembelajaran
c. Catatan khusus dalam proses pembelajaran
3. Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran meliputi :
a.Menyusun program pelaksanaan evaluasi
b.Menyusun perangkat evaluasi ( Kisi-kisi, naskah soal, pedoman penilaian, instrumen lain
c. Melaksanakan evaluasi sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan
d.  Daftar nilai tiap siswa dan kompetensi
e. Melaksanakan analisa hasil evaluasi
f. Menyusun perangkat analisa evaluasi
g. Melaksanakan analisa hasil evaluasi antara lain validitas soal dan ketuntasan h.Siswa belajar
4. Menyusun dan Melaksanakan Program Perbaikan / Pengayaan
a. Menyusun program perbaikan / pengayaan
b. Melaksanakan perbaikan yang meliputi remidial teaching dan atau remedial test
c. Melaksanakan pengayaan bagi siswa yang istimewa atau memiliki kemampuan tinggi
d. Daftar nilai hasil perbaikan / remidi dan pengayaan

Pengelolaan Karakter di Lingkungan Sekolah

By Risman | At 05.36 | Label : | 0 Comments
Kita dalam bergaul atau pun sosialisasi baik di lingkungan rumah atau tempat kerja, sering  menghadapi berbagai karakter, salah satunya karakter negatif dan sering kita merasa putus asa untuk menghadapinya, untuk itu  perlu memahami seluk beluk karakter dan kepibadianya di lingkungan kita agar tetap kondusif. Berikut ini adalah karakter-karakter negatif yang akan kita jumpai di pada lingkungan sekolah di antaranya :

Tipe Locomotive
Seorang bertipe Locomotive cenderung untuk menyalurkan sikap negatifnya, mulai dari marah hingga frustrasi ke orang lain. Sikapnya cenderung autocratic atau diktator, memberi perintah atau bossy. Orang seperti ini menginginkan segala sesuatu berjalan sesuai dengan caranya, dan tidak mau mendengarkan opini dari orang lain.
Solusi menghadapi orang dengan tipe ini adalah jangan ikut emosional. Bicarakan pada atasan  mengenai bagaimana perilaku rekan kerja tersebut mempengaruhi kinerja Anda. Sampaikan bagaimana komunikasi seharusnya berjalan. Selain itu, kita juga harus tegas dengan orang tipe Locomotive ini.

Tipe Perfectionist
Seorang yang perfeksionis ingin mengerjakan semuanya dengan sempurna, dan standar itu tidak hanya diterapkan pada dirinya, melainkan kepada orang lain juga. Jadi, ketika sesuatu tidak sempurna, maka sikapnya jadi negatif. Bahkan, jika mendekati sempurna pun baginya tidak cukup.
kita mungkin pernah merasa menjadi karyawan yang berhasil mencatatkan kinerja sempurna, mencapai target tinggi, namun tidak dinilai bagus oleh atasan. Atasan kita ini mungkin termasuk kategori perfeksionis. Mereka beranggapan bahwa kinerja sempurna masih dapat dicapai, sehingga ia masih merasa tidak puas.
Masalahnya, mereka yang bertipe perfeksionis ini berpotensi mengakibatkan orang lain jadi tertekan untuk mengikuti standar sempurnanya. Oleh karena itu, Anda tidak perlu mengambil serius kata-katanya. Yang penting, Anda berhasil mencapai kinerja yang baik sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan, meskipun tidak sempurna.

Tipe Ice Person
Ice Person adalah orang yang sangat tidak menyukai perubahan, sekecil apapun itu. Ketika terjadi perubahan, maka sikapnya negatif. Ia tidak mengekspresikan secara langsung pendapatnya yang menentang perubahan, hanya saja ia tidak akan ikut mengimplementasikan jika ada perubahan.Mereka yang bertipe Ice Person lebih suka status quo, karena itu merupakan comfort zone bagi mereka.
Solusi menghadapi orang seperti ini adalah melibatkan orang ini langsung dengan perubahan, supaya tingkat penolakan mereka berkurang. Tujuannya adalah dengan membiasakan mereka terhadap perubahan, dan supaya mereka melihat bahwa perubahan ini menuju ke sesuatu yang lebih baik. Trik lainnya adalah perkenalkan perubahan secara bertahap dan perlahan, jangan tiba-tiba.

Tipe Not-My-Job
Orang dengan tipe Not-My-Job ini menyalurkan energi negatif dengan menolak aktivitas, tugas, atau pekerjaan apapun yang tidak termasuk dalam job description mereka. Bahkan, mereka menolak untuk melakukan aktivitas-aktivitas sederhana seperti mengangkat telepon, ataupun dimintai tolong sedikit.
Biasanya, ini terjadi pada orang yang punya suatu ketidakpuasan dalam pekerjaannya, entah itu masalah kompensasi, masalah relationship di kantor, hingga masalah perkembangan diri. Oleh karena itu, solusinya mungkin Anda bisa memberikan training ataupun perkembangan yang sesuai dengan keinginannya. Namun, untuk memastika akar permasalahan Anda perlu berdiskusi langsung dengannya.

Tipe Rumormonger
Orang bertipe Rumormonger menyebarkan sikap negative dengan menyebarkan rumor dan gossip, karena dengan demikian ia merasa bahwa dirinya penting. Ia makin merasa penting jika cerita yang dibuat atau disebarnya semakin luas dan memperoleh respon dari orang lain. Rumor yang sering ditiupkannya antara lain terkait dengan manajer senior, gaji orang lain, gosip guru, dan lainnya.
Solusi yang terbaik menghadapi orang seperti ini adalah dengan menyediakan fakta dan informasi yang dibutuhkan orang lain. Misalnya, di kantor Anda sedang bertiup gosip guru atau kepsek, maka segera lakukan klarifikasi, supaya mereka tidak punya alasan untuk mendengarkan si rumor ini.

Tipe Pessimist
Seorang yang bertipe Pessimist memandang dunia ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Ia merasa bahwa dunia selalu membalikkan badan terhadapnya. Apapun yang terjadi, sebagaimana baiknya, ia tetap memandang segala sesuatu dari kacamata negatif. Misalnya, seorang karyawan yang memperoleh promosi, namun ia bukannya senang, malah tertekan karena memandangnya sebagai beban pekerjaan yang semakin berat.
Solusi menghadapi orang bertipe Pessimist ini memang cukup sulit, karena sulit mengubah sikap yang sudah tertanam kuat dalam diri seseorang, bahkan sudah menjadi karakter. Kita harus terus berfokus untuk membiasakannya selalu memandang sesuatu secara positif. Ini tidak bisa dilakukan secara singkat, melainkan harus berulang-ulang kali, sehingga secara bertahap sikap pesimisnya kian memudar.

Tipe Uncommited
Seorang yang bertipe Uncommited tidak pernah melakukan pekerjaannya dengan serius, sehingga seringkali menjadi hambatan bagi orang lain yang bekerja dengannya. Baginya, pekerjaan adalah prioritas yang belakangan, sehingga ia melakukan pekerjaannya seminimal mungkin. Tidak ada tekad kuat dalam dirinya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Akibatnya, ketika deadline maka rekan kerja dan tim yang kelimpungan, dan seringkali pekerjaan tim tertunda karena dia.
Untuk mengatasinya, maka Anda harus mengklarifikasi secara terus menerus mengenai tujuan, standard an ekspektasi yang diharapkan terhadap si Uncommited ini. Orang seperti ini juga membutuhkan control yang baik terhadap progress dari pekerjaannya.

Tipe Criticizer
Ketika kita merasa sedang kreatif menyalurkan ide-ide yang bermunculan di kepala, mungkin Anda akan menghadapi seorang Criticizer yang kerjanya selalu mengkritik. Seorang criticizer selalu berusaha untuk menyatakan ketidaksetujuan terhadap apapun yang kita sampaikan. Ia akan mencoba mencari-cari kesalahan dan kekurangan, tanpa memberikan feedback yang positif.
Seorang criticizer biasanya hanya focus pada mengkritik, namun kritiknya tidak terlalu spesifik, dan seringkali tidak rasional. Oleh karena itu, kita bisa menantang seorang criticizer untuk berdebat mengenai contoh, fakta ataupun argumen yang mendukung ketidaksetujuan mereka. Biasanya, ia akan kesulitan dalam mengkritik kita, karena kritiknya tidak mendasar. Jika kita punya argument yang kuat, maka tentunya tidak akan jadi masalah bagi kita

Tipe Crybaby
Crybaby adalah tipe orang yang terus mengeluh jika hal yang diinginkannya tidak terjadi, atau sesuatu tidak berjalan seperti rencananya. Jika ia bilang A, maka orang lain harus melakukan A dengan tepat. Jika tidak, maka ia akan langsung bersikap negatif, seperti menggerutu, mengeluh bahkan mengurung diri sendiri. Seorang crybaby tidak bisa bekerja dalam tekanan yang kuat, ia merasa seluruh dunia melawan dirinya.
Seorang crybaby membutuhkan lingkungan kerja yang positif, oleh karena itu jangan pernah bosan untuk memberikan dorongan kepadanya. Seorang crybaby membutuhkan motivasi secara konsisten. Mereka juga tidak bisa bekerja dalam tekanan yang tinggi, oleh karena itu jangan memberi tuntutan yang terlalu besar.

Tipe Sacrificer
Seorang sacrificer adalah orang yang datang paling pagi, namun pulang paling larut malam. Ia bersedia untuk menyelesaikan pekerjaan apapun yang Anda minta kepadanya. Hanya saja, sebenarnya ia sendiri mengeluh dan tidak mengerjakannya dengan sepenuh hati. Biasanya, orang seperti ini punya masalah pribadi, dan menjadikan pekerjaan sebagai tempat pelariannya. Masalah utamanya adalah ia merasa bahwa dia punya kontribusi yang besar, namun kurang dihargai.
Menghadapi orang seperti ini, maka Anda harus rajin memberikan feedback yang positif, terutama mengenai penghargaan kita terhadap kontribusi dan kerja kerasnya. Hal ini penting, karena orang seperti ini butuh pengakuan dan penghargaan supaya sikapnya positif.

Tipe Self-Castigator
Seorang dengan tipe Self-Castigator adalah orang yang kecewa terhadap dirinya sendiri, sehingga sikapnya kemudian negative. Ia kecewa terhadap kondisi yang dihadapinya, mulai dari penampilan, status social dan ekonomi, pendidikan, karir, hingga kinerjanya. Orang seperti ini punya persepsi yang rendah terhadap dirinya sendiri. Jika sesuatu berjalan tidak lancar, maka ia akan menganggap bahwa itu adalah kesalahannya.
Orang dengan tipe self-castigator membutuhkan semangat dari sekitarnya. Kepercayaan dirinya perlu ditingkatkan. Seandainya terjadi masalah dan dia merasa paling bertanggung jawab padahal tidak, tunjukkan fakta-fakta yang menunjukkan bahwa masalahnya bukan dari dia.
Sekian karakter negatif  yang kita temui di lingkungan sekolah tempat kita bekerja. semua ini dilakukan  agar kita behati-hati dalam berinteraksi. selanjutnya kita merasa nyaman dan aman dalam menjalankan aktifitas kita di lingkungan sekolah. mudah-mudahna  bermanfaat

Referensi :
Buku Managing Workplace Negativity karya Gary Topchik.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz