Sabtu, 07 Juli 2012

Peran dan Tugas Kepala Sekolah Dasar

By Risman | At 16.41 | Label : | 1 Comments
Kepala sekolah adalah tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah dasar dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.Kepala sekolah pada hakekat etimologisnya merupakan padanan dari school principal, yang tugas kesehariannya menjalankan principalship atau kekepalasekolahan. Istilah kekepalasekolahan mengandung makna sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah. Penjelasan ini dipandang penting, karena terdapat beberapa istilah untuk menyebut jabatan kepala sekolah, seperti administrasi sekolah (school administrator), pimpinan sekolah (school leader), manajer sekolah(school manajer), dan sebagainya. Mengingat bahwa Kepala Sekolah sebagai Pimpinan Lembaga atau Organisasi yang bergerak dalam bidang Pendidikan, maka Kepala Sekolah pada satuan pendidikan Sekolah Dasar  harus mampu memposisikan diri , antara lain :
1.    Sebagai Pendidik (Educator)
Sebagai Pendidik, Kepala Sekolah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap Guru dan Tata Usaha agar ,ereka dapat tumbuh dan berkembang secara professional.
Berbagai aspek yang harus dikuasai oleh Kepala Sekolah dalam rangka menilai kinerja sekolah perlu diperhatikan beberapa aspek penilaian beserta scoring penilaiannyam yaitu menyangkut :
a.  Aspek prestasi sebagai Guru
b.  Aspek kemampuan bimbingan guru
c.  Aspek kemampuan membimbing karyawan (TU, Laboratorium, dan sebagainya)
d.  Aspek kemampuan membimbing siswa
e.  Aspek kemampuan mengembangkan staf.
f.   Aspek kemampuan belajar mengikuti perkembangan Iptek.
2.        Sebagai Pengelola (Manager)
Sebagai Pengelola/manajer, Kepala Sekolah dapat mengamankan pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya, menggerakkan semua guru dan Tata Usaha, untuk dapat bekerja optimal. Kepala Sekolah juga berkewajiban melakukan pemantauan apakah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana dan peraturan yang berlaku. Berbagai aspek yang harus dikuasai oleh Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a.   Aspek Kemampuan Menyusun Program
b.   Aspek kemampuan menyusun organisasi/ kepegawaian di sekolah
c.   Aspek kemampuan menggerakan staf
d.   Aspek kemampuan mengoftimalkan sumber daya sekolah
3.    Sebagai Administrator (Pengurus)
Sebagai seorang administrator, kepala sekolah melakukan Fungsi-fungsi merancang perencanaan kegiatan sekolah, menggerakkan kegiatan melalui pemberian dorongan kepada Guru dan staf, melakukan komunikasi kepada instansi lain demi tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala SD adalah sebagai berikut : 
a.       Aspek kemampuan mengelola administrasi KBM dan BK 
b.      Aspek kemampuan mengelola administrasi Kesiswaan 
c.       Aspek kemampuan mengelola administrasi Ketenagaan 
d.      Aspek kemampuan mengelola administrasi Keuangan 
e.       Aspek kemampuan mengelola administrasi Sarana/ Prasarana 
f.       Aspek kemampuan mengelola administrasi Persuratan
4.    Penyelia (Supervisor)
Sebagai supervisor, seorang Kepala Sekolah harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada guru, khususnya berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di kelas, agar berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan serta dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a.       Aspek kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
b.      Aspek kemampuan melaksanakan supervisi pendidikan
c.       Aspek kemampuan memanfaatkan hasil Supervisi.
5.     Pemimpin (Leader)
Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan semua personil sekolah agar dapat melakukan tugas secara efektif. Sebagai pemimpin Kepala Sekolah juga harus berfikir menerobos batas, artinya melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif untuk membawa Sekolah kepada kondisi yang lebih maju. Pemikiran seorang pemimpin tidak sebatas pada rencana dan aturan-aturan yang telah ada, tetapi melompat kepada perubahan – perubahan ke depan, yang kadang-kadang belum dipikirkan oleh personil sekolah lainnya. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a.         Aspek Kepribadian Yang Kuat
b.         Aspek Kemampuan Mengenal Anak Buah
c.         Aspek Pemahaman terhadap Visi dan Misi Sekolah
d.        Aspek Kemampuan mengambil keputusan
e.         Aspek Kemampuan Komunikasi
6.    Pembaharu (Inovator)
Sebagai pembaharu, Kepala Sekolah harus berfikir dinamis, Peka terhadap segala perubahan yang terjadi di masyarakat yang terjadi di masyarakat, Kepala Sekolah harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi, sehingga mampu menyesuaikan dengan perubahan – perubahan tersebut. Dimungkinkan Kepala Sekolah menjadi pemimpin dalam Pembaharuan tersebut berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :
a.       Aspek kemampuan mencari/menemukan gagasan baru.
b.      Aspek kemampuan melakukan pembaharuan di Sekolah
7.    Pengerak (Motivator)
Sebagai penggerak, Kepala Sekolah memiliki teknik yang cukup untuk dapat menggerakan dan memberikan motivasi kepada guru dan staf, agar mereka dapat dan mampu melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Berbagai aspek yang harus dikuasai Kepala SD adalah sebagai berikut :
a.       Aspek kemampuan mengatur lingkungan kerja (Fisik)
b.      Aspek kemampuan mengatur suasana kerja (non fisik)
c.       Aspek kemampuan menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman

Soal Ulangan SD Kelas 5 Semester 2

By Risman | At 16.00 | Label : | 0 Comments

Jumat, 06 Juli 2012

Membuat Recycle Bin di Flashdisk

By Risman | At 20.52 | Label : | 0 Comments
Membuat Recycle Bin Di Flashdisk memang sangat di perlukan agar file yang tidak sengaja terhapus dari Flashdisk tidak hilang permanent. Secara mendasar ketika menghapus data dari Flash Disk data akan langsung dihapus dari media tersebut tanpa bisa dikembalikan kembali. Data tersebut tentu saja tidak akan dapat dikembalikan lagi. Karena sudah terhapus secara permanen. 
Recycle Bin berfungsi untuk menampung file-file yang telah kita hapus dari komputer. Fungsi ini bertujuan untuk mengantisipasi akibat ketidaksengajaan kita dalam menghapus suatu file atau folder dari komputer dan dengan fasilitas Restore kita dapat mengembalikan file/folder tersebut seperti sedia kala. Dan apabila kita sudah benar-benar ingin menghapusnya, kita dapat menghapusnya secara permanen dengan cara mengklik delete  dariRecycle Bin tersebut.
Membuat Recycle Bin Di Flashdisk , memerlukan sebuah software kecil kurang lebih berukuran 690KB,  gratis tanpa perlu serial number,  nama software atau perangkat lunak tersebut adalah iBin. Penggunaan software ini sangat mudah, kita tinggal mengcopi file iBin kedalam Flash disk, lalu jalankan.  Fungsi dari aplikasi iBin yaitu menjadikan atau membuat recycle bin di flashdisk, jadi file yang kita hapus bisa kita restore lagi suatu saat jika memerlukan. 
Untuk Membuat Recycle Bin Di Flashdisk dengan menggunakan software ini, ikuti langkah-langkahnya berikut ini : 
  • Download Ibid Disini
  • Ekstrak filenya kemudian copy file di flashdisk.
  • Jalankan file iBin dengan mengklik double. Pada jendela konfirmasi yang muncul klik OK seterusnya.
  • Folder iBin akan terbentuk secara otomatis pada flashdisk. Folder iBin inilah yang akan menampung file-file yang kita hapus di flashdisk.
  • Setiap kali kita melakukan penghapusan file maka kita akan mendapati jendela konfirmasi.
Jika kita ingin menghapusnya secara permanen, klik “Erase it” Jika kita ingin menampungnya terlebih dahulu pada folder iBin, klik “Dump into iBin”. Dengan memilih opsi ini, maka jika suatu saat kita masih membutuhkan file tersebut maka kita masih dapat mengembalikannya (me-restore-nya).
  • Kita dapat melihat file-file yang ditampung pada iBin dengan cara mengklik folder iBin pada flashdisk kita.
  • Jika memerlukan file yang telah dihapus tadi caranya klik kanan icon iBin di taskbar pilih Dumping Management,  pilih file yang mau di restore lalu klik Recycle Data Selected dan filenya akan kembali ke tempat asal-nya.
  • Selamat mencoba semoga berhasil.

Kamis, 05 Juli 2012

KETERAMPILAN MENGAJAR

By Risman | At 16.28 | Label : | 0 Comments
A. Pengertian Keterampilan Mengajar Guru
Keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Jadi, persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru adalah penilaian berupa tanggapan/pendapat  siswa terhadap kemampuan/kecakapan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.

B. Macam-macam Keterampilan Mengajar Guru
Ada 8 (delapan) keterampilan mengajar/membelajarkan yang berperan dalam kualitas pembelajaran, diantaranya :   

1.  KETERAMPILAN BERTANYA
Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir.
Keterampilan bertanya di bedakan atas :
  1. Keterampilan bertanya dasar. Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah: Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
  2. Keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar partisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, Pengaturan urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi. (Uzer Usman, 2010:74)
a. Dasar-dasar pertanyaan yang baik
·         Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
·         Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan
·         Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu
·         Berikan waktu yang cukup kepada anak untuk berfikir sebelum menjawab pertanyaan
·         Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh murid secara merata
·         Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya
·         Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar
b. Jenis-jenis pertanyaan yang baik
·           Jenis pertanyaan menurut maksudnya
1)    Pertanyaan permintaan (compliance question),
2)   Pertanyaan retoris (rhetorical question)
3)    Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question,) dan
4)   Pertanyaan menggali (probing question).
·            Jenis pertanyaan menurut Taksonomi Bloom
1)    Pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question),
2)   Pertanyaan pemahaman (conprehention question),
3)    Pertanyaan penerapan (application question),
4)   Pertanyaan sintetis (synthesis question), dan
5)    Pertanyaan evaluasi (evaluation question).
c. Hal-hal yang perlu diperhatikan
·         Kehangatan dan Keantusiasan. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Sikap dan cara guru termasuk suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan ada-tidaknya kehangatan dan keantusiasannya.
·         Kebiasaan yang perlu dihindari. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Guru harus menghindari kebiasaan seperti
:
1)    Menjawab pertanyaan sendiri,
2)   Mengulang jawaban siswa,
3)    Mengulang pertanyaan sendiri,
4)   Mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,
5)    Menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya, dan
6)    Mengajukan pertanyaan ganda.

2. KETERAMPILAN MEMPEBERIKAN PENGUATAN
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
a).  Jenis-jenis Penguatan
  1. Penguatan verbal, Penguatan verbal biasanya diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya.
  2. Penguatan non-verbal, Penguatan non-verbal terdiri dari penguatan gerak isyarat, penguatan pendekatan, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh (partial).
3. KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu :
  1. Variasi dalam cara mengajar guru, Variasi dalam cara mengajar guru meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru (teachers movement).
  2. Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).
  3. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya, mulai dari kegiatan yang didominasi oleh guru sampai kegiatan sendiri yang dilakukan anak. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan. Adapun jenis pola interaksi (gaya interaksi) dapat digambarkan sebagai berikut:a (a) Pola guru-murid, yakni komunikasi sebagai aksi (satu arah) (b). Pola guru-murid-guru, yakni ada balikan (feedback) bagi guru, tidak ada interaksi antarsiswa (komunikasi sebagai interaksi) (c).  Pola guru-murid-murid, yakni ada balikan bagi guru, siswa saling belajar satu sama lain. (d).   Pola guru-murid, murid-guru, murid-murid. Interaksi optimal antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid (komunikasi sebagai transaksi, multiarah) (e). Pola melingkar, dimana setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali apabila setiap siswa belum mendapat giliran.
4. KETERAMPILAN MENJELASKAN
Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan.
Secara garis besar komponen-komponen keterampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :
a.  Merencanakan, mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.
b. Penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.

5. KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN
Membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dikuasai siswa
 Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Usaha menutup pelajaran itu dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar-mengajar. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi

 6. KETEAMPILAM MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
Komponen-komponen keterampilan membimbing diskusi
1.    memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi
2.    memperluas masalah atau urutan pendapat
3.    menganalisis pandangan siswa
4.    meningkatkan urunan pikir siswa
5.    menyebarkan kesempatan berpartisipasi
6.    menutup diskusi

7. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal pada proses belajar mengajar, misalnya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu penyelesaian tugas oleh siswa, atau penetapan norma kelompok yang produktif.
Dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen-komponen  keterampilan, antara lain:
  1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif).. Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal seperti keterampilan menunjukkan sikap tanggap, member perhatian, memusatkan perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas, menegur dan member penguatan.
  2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini  berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan respon yang sesuai, guru dapat meminta bantuan kepada kepala sekolah, konselor sekolah, atau orang tua siswa.
 8. KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3- 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan siswa.
Komponen keterampilan yang digunakan adalah: keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, keterampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan memudahkan belajar dan keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR BACAAN
Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara
Hasibuan, JJ & Moedjiono.1993.  Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Syaefudin, S. (2009). Pengembangan Profesi Guru. Bandung: CV. Alfabeta.
S.Nasution. (2000). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Usman, M.Uzer. (2010). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rabu, 16 Mei 2012

KONFLIK DI SEKOLAH

By Risman | At 01.22 | Label : | 1 Comments

Konflik dalam organisasi secara harfiah berarti perselisihan atau pertentangan antara satu orang dengan orang lain pada suatu kelompok melahirkan ketidak harmonisan dalam komunikasi. Sedangakan menurut James A.F Stones dan Charles Wankel bahwa konflik organisatoris (dalam organisasi) adalah ketidak sesuaian paham antara dua orang anggota organisasi atau lebih, yang tiimbul karena fakta bahwa mereka harus berbagi dalam hal mendapatkan sumber daya yang langka, atau aktivititas pekerjaan dan atau fakta bahwa mereka memiliki status, tujuan   berbeda.

IKLIM ORGANISASI DI SEKOLAH

By Risman | At 00.54 | Label : | 0 Comments

1.      Iklim Organisasi,
Iklim organisasi  di sekolah merupakan sesuatu yang penting karena dapat  menjembatani praktik-praktik pengelolaan sumber daya manusia dan produktivitasnya. Perubahan iklim yang terjadi di sekolah  pada gilirannya akan mempengaruhi motivasi kinerja dan perilaku karyawan  di sekolah dalam mencapai target yang akan dicapai.
 Secara definisi Iklim organisasi memiliki banyak definisi. Namun demikian untuk memudahkan   dan menyamakan persepsi maka definisi iklim organiasi menurut Davis dan Newstrom (2001:25)  adalah kepribadian sebuah organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.
2.  Pendekatan Iklim Organisasi di sekolah
James dan Jones (Toulson dan Smith 1994:455) membagi iklim organisasi di sekolah  dalam tiga pendekatan, yaitu:
a.  Multiple measurement – organizational approach
Pendekatan ini memandang bahwa iklim organisasi adalah serangkaian karakteristik deskriptif dari organisasi yang mempunyai tiga sifat, yaitu: relatif tetap selama periode tertentu, berbeda antara organisasi satu dengan organisasi lainnya, serta mempengaruhi perilaku orang yang berada dalam organisasi tersebut. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi adalah ukuran, struktur, kompleksitas sistem, gaya kepemimpinan, dan arah tujuan organisasi.
b. Perseptual measurement – organizational attribute approach
Pendekatan ini juga memandang iklim organisasi sebagai atribut organisasi, tetapi pendekatan ini lebih menekankan penggunaan pengukuran persepsi daripada pengukuran secara obyektif seperti ukuran dan struktur organisasi.
c. Perseptual measurement – individual approach
Pendekatan ini memandang iklim sebagai serangkaian ringkasan atau persepsi global yang mencerminkan sebuah interaksi antara kejadian yang nyata dalam organisasi dan persepsi terhadap kejadian tersebut. Pendekatan ini menekankan pada atribut organisasi yang nyata ke sebuah ringkasan dari persepsi individu. Dengan pendekatan ini, variabel intervensi yang disebabkan oleh kejadian-kejadian baik yang dialami oleh individu maupun organisasi dapat mempengaruhi perilaku individu-individu tersebut. Oleh karena itu, iklim organisasi dapat berlaku sebagai variabel bebas maupun terikat.
3.  INDIKATOR IKLIM ORGANISASI
Menurut  Litwin dan Stringer (Toulson dan Smith 1994:457), Iklim organisasi di sekolah  dapat diukur melalui lima dimensi, yaitu:
1.      Tanggung Jawab (Responsibility)
Tanggung jawab (responsibility) adalah perasaan menjadi pimpinan bagi diri sendiri, tidak selalu harus mengecek ulang semua keputusan yang diambil, ketika karyawan mendapat suatu pekerjaan, karyawan yang bersangkutan mengetahui bahwa itu adalah pekerjaannya (Toulson & Smith, 1994:457). Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima (Flippo, 1996:103) atau tingkatan sejauh mana anggota organisasi bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan (Cherrington, 1996:560). Tanggung jawab berhubungan dengan delegasi, Handoko (2000:224) menyatakan bahwa delegasi dapat didefinisikan sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk menjalankan kegiatan tertentu. Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya.
2.    Identitas  (Identity)
Identitas (identity) adalah perasaaan memiliki (sense of belonging) terhadap perusahaan dan diterima dalam kelompok (Toulson & Smith, 1994:457).
3. Kehangatan(warmth)
Kehangatan adalah perasaan terhadap suasana kerja yang bersahabat dan lebih ditekankan pada kondisi keramahan atau persahabatan dalam kelompok yang informal, serta hubungan yang baik antar rekan kerja, penekanan pada pengaruh persahabatan dan kelompok sosial yang informal (Toulson & Smith, 1994:457).
4. Dukungan (support)
Dukungan (adalah hal-hal yang terkait dengan dukungan dan hubungan antar sesama rekan kerja yaitu perasaan saling menolong antara manajer dan karyawan, lebih ditekankan pada dukungan yang saling membutuhkan antara atasan dan bawahan (Toulson & Smith, 1994:457).
5. Konflik (conflict)
Konflik merupakan situasi terjadi pertentangan atau perbedaan pendapat antara bawahan dengan pimpinan dan bawahan dengan bawahan. Ditekankan pada kondisi dimana manajer dan para pekerja mau mendengarkan pendapat yang berbeda. Kedua belah pihak bersedia menempatan masalah secara terbuka dan mencari solusinya daripada menghindarinya (Toulson & Smith,1994:457).

4.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKLIM ORGANISASI DI SEKOLAH
Menurut Higgins (1994:477-478) ada empat prinsip faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi di sekolah , yaitu :
a.       Manajer/pimpinan
Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan atau manajer mempengaruhi iklim dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.
b.      Tingkah laku karyawan
Tingkah laku karyawan mempengaruhi iklim melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting dalam membentuk iklim. Cara seseorang berkomunikasi  menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia. Berdasarkan gaya normal seseorang dalam hidup atau mengatur sesuatu, dapat menambahnya menjadi iklim yang positif atau dapat juga menguranginya menjadi negatif.
c. Tingkah laku kelompok kerja
Terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.
d. Faktor eksternal organisasi
Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi iklim pada organisasi tersebut. Keadaan ekonomi adalah faktor utama yang mempengaruhi iklim. Contohnya dalam perekonomian dengan inflasi yang tinggi, organisasi berada dalam tekanan untuk memberikan peningkatan keuntungan sekurang-kurangnya sama dengan tingkat inflasi. Seandainya pemerintah telah menetapkan aturan tentang pemberian upah dan harga yang dapat membatasi peningkatan keuntungan, karyawan mungkin menjadi tidak senang dan bisa keluar untuk mendapatkan pekerjaan pada perusahaan lain. Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan keuntungan yang besar, sehingga hasilnya iklim menjadi lebih positif

Senin, 07 Mei 2012

LANGKAH- LANGKAH BAKAR CD

By Risman | At 01.12 | Label : | 0 Comments
 Setelah melakukan kompresi/encoding dalam format MPEG maka file MPEG tersebut akan dimasukkan dalam media CD dengan cara dibakar (burning) untuk menghasilkan format media Video CD. Dalam proses burning CD digunakan software burning yang berguna untuk enghasilkan format media yang dikehendaki untuk kemudian memerintahkan komputer untuk menulisnya dalam media CD.

Mengenal Nero Burning ROM 6.0

Nero Burning ROM 6.0 adalah software burning yang akan Anda gunakan dalam buku ini. Software ini dibuat oleh produsen software Ahead Software AG yang berkedudukan di Jerman. Nero Burning ROM merupakan software burning yang sangat familiar yang memiliki banyak fasilitas dan mampu membakar CD dalam banyak format (CD Data, Audio, VCD, SVCD dan DVD). Di dalam Nero Burning ROM 6.0 terdapat dua aplikasi yaitu Nero Cover Designer yang berfungsi untuk mendesain cover CD dan Nero Express yang berfungsi sebagai antar muka proses burning.

Membakar CD
Untuk membakar CD menjadi format VCD langkahnya :
1. Jalankan program Nero Express yang ada dalam Nero Burning ROM, caranya pilih Start > All Programs > Nero > Nero OEM > Nero Express.
2. Kemudian pilih Videos/Pictures > Video CD.
3. Maka akan tampil halaman My Video CD.
4. Klik tombol Add yang berada di sebelah kanan atas.
5. Kemudian tentukan lokasi file yang akan di burning ke dalam CD (file berformat MPEG).
6. Lalu klik Next.
7. Tentukan drive recorder, isikan nama disk lalu tentukan kecepatan perekaman pada opsi Writing speed.
8. Klik tombol Burn untuk memulai proses Render.
9. Seterusnya ikuti saja perintah yang muncul.

KECERDASAN MANUSIA

By Risman | At 01.11 | Label : | 0 Comments

Setiap manusia memiliki semua jenis kecerdasan, namun hanya ada beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri. Menurut Howard Gardner, psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence.

Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah:
1. Kecerdasan Linguistik (word smart)
2. Kecerdasan Spasial (picture smart)
3. Kecerdasan Matematis (logic smart)
4. Kecerdasan Kinestetis (body smart)
5. Kecerdasan Musik (music smart)
6. Kecerdasan Interpersonal (people smart)
7. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)
8. Kecerdasan Naturalis (nature smart)


Dari penjelasan itu, dipandang perlu untuk  mengetahui kecerdasan yang  dominan di dalam diri  kita, sehingga kita dapat lebih mengembangkannya. berikut ini adalah pedoman praktis untuk dilakukan dalam  mengembangkan multiple intelegensia buah hatinya :
  • Merangsang kecerdasan verbal. Ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.
  • Latih Kecerdasan Logika dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congkak, sempoa, catur, kartu teka teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.
  • Kembangkan kecerdasan visual spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai danmembongkar lego, menggunting, melipat dan menggambar.
  • Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan diatas satu garis, berlati, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari dan olahraga.
  • Merangsang kecerdasan musikal dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.
  • Melatih kecerdasan emosi inter personal dengan bermain bersama anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi, mengalah, meminjamkan mainan, bekerja sama membuat sesuatu dll.
  • Melatih kecerdasan emosi intra personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman dan berkhayal serta mengarang cerita.
  • Merangsang kecerdasan naturalis dengan memelihara tanaman, binatang, berkebun, wisata dihutan, gunung dan pantai.
Sumber: Who Am I? Yes! I Know!, Timotius Adi Tan & Iwan Wahyudi, Metanoia Publishing, Cetakan Pertama, Maret 2007, hlm. 106 – 107.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz