Minggu, 23 Agustus 2015

Analisi SWOT

By Risman | At 22.12 | Label : | 0 Comments
Pengertian analisis SWOT dan manfaatnya – Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dlam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangkan panjang.






Atau definisi analisis SWOT yang lainnya yaitu sebuah bentuk analisa situasi dan juga kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai suatu sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
SWOT adalah singkatan dari:
  • S = Strength (kekuatan).
  • W = Weaknesses (kelemahan).
  • O = Opportunities (Peluang).
  • T = Threats (hambatan).
pengertian analisis swot
Apa itu analisis SWOT?
Penjelasan mengenai 4 (empat) komponen analisis SWOT, yaitu :
  1. Strenght (S) yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
  2. Weaknesses (W) yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
  3. Opportunity (O) yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang.
  4. Threats (T) yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Manfaat analsis SWOT
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

Perbedaan Visi dan Misi

By Risman | At 19.15 | Label : | 0 Comments
Hasil gambar untuk gambar sekolah
Apa itu visi dan misi? apa perbedaan antara visi dan misi? untuk memahaminya kamu dapat membaca artikelnya di bawah ini.
Visi adalah pandangan jauh tentang suatu perusahaan ataupun lembaga dan lain-lain, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan perusahaan atau lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan. Visi tidak dapat dituliskan secara lebih jelas karena menerangkan mengenai detail gambaran sistem yang ditujunya, ini disebabkan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang. Di bawah ini beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi, diantaranya meliputi:
  • Berorientasi ke depan.
  • Tidak dibuat berdasarkan kondisi pada saat ini.
  • Mengekspresikan kreatifitas.
  • Berdasar pada prinsip nilai-nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.
Misi adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan atau lembaga dalam usaha mewujudkan Visi tersebut. Misi perusahaan di artikan sebagai tujuan dan alasan mengapa perusahaan atau lembaga itu dibuat. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

Apa itu visi dan misi?
Lalu di bawah ini adalah Perbedaan visi dan misi
Visi itu ‘What be believe we can be‘, yangd imana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih. Sedengkan Misi yaitu ‘What be believe we can do‘, misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi tadi. Seperti yang sudah di jelaskan tadi Misi merupakan langkah, cara ataupun strategi apa untuk mencapai Visi.
Dapat disimpulkan dari pernyataan di atas perbedaan antara visi dan misi adalah Visi gambaran dan tujuan suatu lembaga atau perusahaan di masa depan sedangkan Misi adalah cara untuk mencapai tujuan itu.
Kadangkala Misi perlu dirubah sedemikian rupa jika Visi belum juga tercapai. Jadi bukan visinya yang diubah hanya cara atau strategi untuk mencapai tujuannya saja yang diubah. Apabila Visi berubah-ubah maka akan terkesan tidak konsisten gambaran atau tujuan masa depan tentang perusahaan,lembaga maupun organisasi tersebut.
Itulah secara singkat materi mengenai pengertian visi dan misi serta perbedaannya, terimakasih banyak telah membaca postingan ini semoga dapat bermanfaat. Dan jangan lupa share kepada teman kam

Rantai Makanan

By Risman | At 18.24 | Label : | 0 Comments

Pengertian rantai makanan

Rantai makanan adalah suatu peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan-urutan tertentu. Dalam rantai makanan terdapat makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan sebagai dekomposer (pengurai). Pada peristiwa rantai makanan terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu. Dan setiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut dengan tingkat trofik. Pada tingkat trofik yang pertama yaitu organisme yang dapat menghasilkan atau membuat zat makanan sendiri yaitu tumbuh-tumbuhan hijau kata lain disebut sebagai produsen. Lalu organisme yang menempati tingkat tropik yang kedua disebut dengan konsumen  primer (konsumen tingkat I), konsumen ini umumnya ditempati oleh hewan herbivora (pemakan tmbuhan). Selanjutnya organisme yang menempati tingkat tropik ketiga disebut dengan konsumen sekunder (Konsumen tingkat II), umumnya ditempati oleh hewan carnivora (hewan pemakan daging) dan seterusnya. Dan organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi atau terakhir disebut konsumen puncak, biasanya ditempati oleh omnivora

Contoh rantai makanan di darat

  1. rumput – kijang – singa – burung hering
  2. buah-buahan – monyet – cheetah
  3. tumbuhan – rusa – serigala
  4. tumbuhan biji – tikus – burung hantu
  5. sawi→belalang → burung pipit → elang
  6. pohon → ulat → ayam → ular
  7. pohon → ulat → katak → elang
  8. rumput → ulat → ayam → elang
  9. rumput → belalang → ayam → ular

Contoh rantai makanan di laut/perairan/akuatik

  1. plankton – siput – ikan- hiu
  2. phytoplankton- ikan – anjing laut- paus pembunuh
  3. plankton – udang – flamingo
  4. ganggang – jentik – capung – ikan
  5. udang karang – ikan besar – manusia
  6. serangga – katak – ular


Jumat, 21 Agustus 2015

Ciri-Ciri Khusus Pada Hewan

By Risman | At 20.41 | Label : | 1 Comments
Ciri-Ciri Khusus Pada Hewan
Ciri-ciri khusus pada hewan digunakan untuk memperoleh makanan dan melindungi dirinya. Perlindungan diperlukan untuk mengatasi serangan musuh. Selain itu, ciri khusus tersebut juga berguna untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

1. Kelelawar

Ciri Khusus Pada Hewan
Kelelawar dapat terbang di malam yang gelap. Tentunya tanpa menabrak benda yang ada di depannya. Saat terbang, kelelawar mengandalkan telinga sebagai indra pendengarannya. Kelelawar akan mengeluarkan suara dari mulutnya. Getaran suara dengan frekuensi tinggi tersebut mengenai benda di depannya, kemudian dipantulkan kembali. Pantulan bunyi tersebut selanjutnya akan diterima telinga kelelawar.

Oleh karena itu, kelelawar dapat menentukan jenis arah serta jarak benda di depannya. Kelelawar juga menggunakan penciumannya yang peka untuk memperoleh makananannya. Makanan kelelawar adalah buah dan serangga kecil. Dari kejauhan kelelawar dapat mencium buah yang masak dengan indra penciumannya.

Kelelawar termasuk hewan bertulang belakang yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Kelelawar menyukai tempat tinggal yang gelap seperti gua, loteng  dan langit-langit rumah. Ada juga kelelawar yang menggantung di ranting-ranting pohon.

Kelelawar akan keluar saat malam tiba untuk mencari makan. Untuk bergantung pada batuan di dalam gua, kelelawar memiliki cakar di bagian atas sayapnya.

2. Cicak

Ciri Khusus Pada Hewan
Cicak dapat menempel di dinding atau langit-langit rumah. Mengapa demikian? Hal ini karena cicak memiliki kaki yang sangat kuat dan perekat di telapak kakinya. Makanan cicak biasanya berupa serangga kecil seperti nyamuk. Lidahnya yang panjang dapat digunakan untuk menangkap mangsanya (serangga) yang terbang. Ciri khusus pada cicak juga dimiliki oleh tokek.

Cicak akan memutuskan ekornya untuk melindungi diri dari pemangsanya. Untuk mengelabui pemangsanya, cicak akan melepaskan ekor dari tubuhnya saat tertangkap. Selanjutnya, cicak dapat berlari menghindar dari pemangsanya. Bagian ekor yang putus tersebut akan tumbuh lagi setelah beberapa minggu.

3. Bebek

Ciri Khusus Pada Hewan
Bebek mencari makanan di air dan tempat yang becek seperti di lumpur. Makanan bebek berupa biji-bijian dan cacing yang terendam di dalam air. 
Kaki bebek memiliki selaput untuk memudahkannya mencari makanan di lumpur. Jari-jari kakinya yang berselaput membuat bebek tidak terbenam saat mencari makan di lumpur. Bentuk paruhnya yang tidak terlalu runcing memudahkan bebek mencari cacing di dalam lumpur.

4. Katak

Ciri Khusus Pada Hewan
Katak termasuk kelas amfibi. Artinya, katak dapat hidup di air dan di darat. Mereka hidup di lingkungan yang lembab agar kulitnya tidak mengalami kekeringan. Perhatikanlah lingkungan sekitarmu. Kita sering sulit membedakan bentuk katak dari dedaunan dan batu-batuan di sekelilingnya.

Katak memiliki kemampuan untuk menyamarkan warna kulit menyerupai warna lingkungan sekitarnya. Kemampuan seperti ini disebut mimikri. Oleh karena itu, katak dapat mengelabui mangsa dan aman dari serangan musuhnya.

Warna kulit yang dapat berubah-ubah membuat musuhnya tidak menyadari kehadiran katak. Makanan katak berupa serangga-serangga kecil. Katak menangkap mangsanya dengan lidah yang panjang dan lengket. Serangga yang disambar katak menjadi kesulitan untuk bergerak dan menghindar. Lidah yang panjang dan lengket juga dimiliki bunglon dan landak pemakan semut.

5. Ular

Ciri Khusus Pada Hewan
Banyak manusia takut dengan ular. Ini karena beberapa jenis ular mempunyai zat beracun. Zat ini disebut bisa. Ular kobra adalah contoh ular berbisa. Ular kobra membunuh mangsanya dengan cara menggigit. Gigitan ular kobra akan membuat bisa mengalir dari gigi menuju tubuh mangsanya.

Zat beracun tersebut dapat mematikan mangsanya. Ular tidak berbisa contohnya piton. Piton membunuh mangsanya dengan membelitkan tubuhnya ke tubuh mangsanya. Belitan ular tersebut sangat kuat sehingga dapat mengakibatkan kematian mangsanya.

Ular memakan mangsanya dengan cara ditelan secara utuh. Hal ini berbeda dengan hewan karnivora lainnya. Biasanya akan mengunyah atau mencabik makanannya. Ular dapat menelan mangsa yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Ular memiliki susunan rahang yang melekat longgar dan tidak memiliki tulang dada. Hal ini menyebabkan tulang rusuknya dapat melewatkan mangsanya yang besar.

6. Unta

Ciri Khusus Pada Hewan
Unta biasa hidup di tempat yang kering dan gersang seperti di padang pasir. Unta dapat meneguk air sekaligus banyak pada saat minum. Ini karena unta mempunyai punuk di punggungnya. Punuk berisi lemak tempat menyimpan cairan. 
Oleh karena itu, unta mampu melakukan perjalanan jauh dan lama tanpa makan dan minum. Lemak pada unta merupakan sumber energi. Punuk unta akan berkerut jika kehabisan lemak. Unta memiliki satu hingga dua punuk di punggungnya.

7. Burung Hantu

Ciri Khusus Pada Hewan
Burung hantu keluar pada malam hari untuk mencari makanan. Selanjutnya, akan tidur pada siang hari. Burung hantu juga memiliki indra pendengaran dan penglihatan yang sangat peka.

Burung hantu dapat melihat di kegelapan. Untuk menyerap cahaya yang ada, pupil pada matanya akan terbuka lebar. Selain itu, bola mata burung hantu mampu bergerak cepat untuk memusatkan benda di sekitarnya.

Mata burung hantu terletak di bagian depan kepala. Untuk melihat ke belakang, kepala burung hantu dapat berputar dengan lentur. Burung hantu dapat terbang tanpa suara. Oleh karena memiliki bulu-bulu yang lembut. Burung hantu akan mengeluarkan teriakan-teriakan saat berburu.

Mereka juga memiliki pendengaran yang sangat peka karena memiliki telinga berukuran besar. Dengan pendengarannya ini, mereka mampu mendengar suara mangsa yang bergerak ketakutan karena mendengar teriakannya itu. Hewan yang menjadi mangsa burung hantu antara lain serangga, tikus, kadal, dan ikan.

Kamis, 13 Agustus 2015

Perkembangbiakan pada Hewan

By Risman | At 03.38 | Label : | 0 Comments

1. Perkembangbiakan Hewan secara Generatif
Perkembangbiakan hewan secara generatif dibagi dalam tiga kategori yaitu perkembangbiakan secara Ovivar (bertelur), Vivivar (beranak/melahirkan) dan Ovovivivar (Bertelur dan beranak/melahirkan).

a. Perkembangbiakan hewan Ovivar (bertelur)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovivar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu yang baru (anak) diluar tubuh induk, yaitu berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu yang baru. Berbicara mengenai pembuahan pada hewan Ovivar, pembuahan dibagi dalam 2 kategori yaitu Pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal.

Pembuahan Internal adalah proses pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam (unggas, termasuk burung) dan penyu (reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contohnya Ikan dan katak.
   

b. Perkembangbiakan hewan Vivivar (Beranak atau Melahirkan)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivivar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan. Hewan vivivar adalah hewan yang masuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, kucing, kambing, ikan paus, tikus dan lain sebagainya.



 c. Perkembangbiakan hewan Ovovivivar (bertelu dan melahirkan)
Hewan yang digolongkan sebagai hewan Ovovivivar adalah hewan yang proses pembuahannya terjadi dalam tubuh induk betina. Hasil dari pembuahan ini kemudian membentuk telur dan masih dalam rahim induk betina. Dan setelah janin tersebut sudah terbentuk secara sempurna, maka telur siap untuk dikeluarkan dari dalam tubuh induk betina. Telur tersebut kemudian langsung menetas begitu keluar dari tubuh sang induk. Contoh hewan Ovovivivar adalah ikan Hiu, beberapa jenis kadal dan beberapa jenis ular.



2. Perkembangbiakan hewan secara vegetatif 
Perkembangbiakan hewan secara vegetatifterjadi pada hewan-hewan tidak bertulang belakang. Ada beberapa cara perkembangbiakan vegetatif pada hewan misalnya dengan cara fragmentasi (fragmen=bagian) dan membentuk tunas.

Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah cacing Planaria. Proses fragmentasi diawali dengan pemisahan atau pemutusan tubuh induk. Tubuh yang sudah terpisah tersebut kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi dua individu yang baru.

Contoh hewan yang berkembang biak dengan pembentukan tunas baru adalah Hydra (Hydra adalah jenis hewan yang dapat berkembang biak baik secara generatif maupun vegetatif). Tunas baru hydra berasal dari tubuh induk yang membengkak yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi tunas baru. Tunas baru kemudian melepaskan diri dari tubuh induk dan berkembang lagi menjadi Hydra dewasa yang baru.

Jumat, 31 Juli 2015

Perkembangbiakan pada Tumbuhan

By Risman | At 19.30 | Label : | 0 Comments

Add caption

Perkembangbiakan Pada Tumbuhan
Anak-anakku yang ada yang tahu cara  perkembangbiakan Tumbuhan seperti apa? nah coba perhatikan penjelasan berikut mengenai perkembangbiakan tumbuhan
Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Perkembangbiakan pada tumbuhan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
a Cara vegetatif (Tidak Kawin) yaitu perkembangbiakan dengan cara cara  perkembangbiakan makhluk hidup yang terjadi tanpa melalui perkawinan
 b. Cara  generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan secara kawin atau seksual.
Pada proses perkembangbiakan generatif ini dibutuhkan alat kelamin jantan dan alat kelamin betina  Benang sari adalah Alat Kelamin Jantan bagi tumbuhan dan putik adalah alat kelamin betina

1. Perkembangbiakan Secara Vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif dibagi menjadi 2 (dua), yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan. Vegetatif alami merupakan perkembangbiakan yang dilakukan tanpa bantuan manusia. Sedangkan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan yang dibantu oleh manusia.
a. Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Perkembangbiakan vegetatif alami dapat terjadi melalui Umbi Lapis, Umbi Batang, Tunas, Rizoma, Geragih, dan Spora.
  • Umbi Lapis
Merupakan sejenis umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun rapat dalam format roset. Contoh : Bawang Merah, Bawang Bombay, dan Bawang Putih.
  • Umbi Batang
Merupakan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan dibagian batang yang membesar dalam tanah yang menjadi umbi. Contohnya : Kentang.
  • Tunas
Adalah bagian tumbuhan yang baru tumbuh dari kuncup yang berada di atas permukaan tanah/induknya. Tunas dapat terdiri dari batang, ditambah dengan daun muda, calon bunga, atau calon buah. Contohnya : cemara, bambu, sukun, dan tebu.
  • Rizoma (Akar Tinggal)
Adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. Contohnya : Kencur, Jahe, Lengkuas, dan Kunyit.
  • Geragih
Merupakan tumbuhan yang berbatang merambat. Geragih tersusun atas ruas-ruas. Setiap ruas yang menempel pada tanah akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Contohnya : Rumput Teki, dan Strowberi.
  • Spora
Adalah sejenis tumbuhan paku-pakuan. Pada bagian bawah daun terdapat bintik-bintik yang disebut spora. Jika spora jatuh ke tanah akan tumbuh tanaman baru. Contohnya : Suplir.
b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Setek, cangkok, sambung (enten), tempel (okulasi), runduk, dan kultur jaringan adalah cara perkembangbiakan vegetatif buatan.
  • Setek
Adalah menanam beberapa bagian tumbuhan yang dapat ditanam berupa batang, tangkai, atau daun dan tidak semua tumbuhan dapat disetek. Contohnya : Singkong , Mawar dan Tebu.
  • Cangkok
Tumbuhan yang dapat di cangkok adalah tumbuhan yang berkulit kayu dan dikotil (berbiji 2). Contohnya : Mangga, Jambu, dan Jeruk.
  • Sambung (Enten)
Menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
  • Okulasi (Tempel)
Okulasi adalah menyatukan tumbuhan yang berbeda sifat. Contohnya dalah bunga mawar yang berbeda warna.
  • Runduk
Adalah memendam batang tanaman ke dalam tanah. Jika sudah tumbuh akar kita potong bagian batang dari batang induk tumbuhan tersebut. Contohnya : stroberi, alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur.
  • Kultur Jaringan
Adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
2. Perkembangbiakan Secara Generatif (Kawin)
Perkembangbiakan secara generatif terjadi pada bunga yang terjadi yaitu penyerbukan. Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Terdapat bunga yang sempurna dan juga ada bunga yang tidak sempurna.
Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki bagian-bagian berikut :
  • Tangkai bunga
  • Dasar bunga
  • Kelopakbunga
  • Mahkota bunga
  • Benang sari
  • Putik
Bunga yang tidak sempurna adalah tidak memiliki salah satu bagian di atas.
Penyerbukan dapat terjadi melalui bantuan angin, hewan, air, dan manusia. Contohnya :
  • Tanaman yang pernyerbukannya dibantu hewan misalnya jeruk, belimbing, dan kapuk randu.
  • Penyerbukannya dibantu angin adalah jagung, padi, dan rumput-rumputan.
  • Penyerbukan dilakukan manusia karena serbuk sari sulit untuk mencapai kepala putik. Contoh penyerbukan yang dilakukan petani pada tumbuhan vanili.
Penyerbukan dibedakan menjadi 4 (empat) :
a. Penyerbukan Sendiri
Yaitu apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
b. Penyerbukan Tetangga
Yaitu apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang sejenis.
c. Penyerbukan Silang
Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda tumbuhan. Tumbuhan tersebut masih satu jenis.
d. Penyerbukan Bastar
Yaitu apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang sejenis, namun varietasnya berbeda. Contoh penyerbukan antara cabe merah dengan cabe rawit.

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz