Minggu, 01 Maret 2015

Definisi Rangkuman, Ikhisar, Ringkasan dan Glosarium

By Risman | At 20.24 | Label : | 0 Comments
Definisi Rangkuman, Ikhtisan ,Ringkasan , Sinopsis dan Glosarium
 Hasil gambar untuk buku terbuka dan pena
Rangkuman adalah hasil dari kegiatan merangkum atau suatu hasil dari kegiatan meringkas suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proposional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.
Ikhtisar merupakan intisari dari sebuah objek tulisan yang dirangkum dan berbentuk ringkasan.
Ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan isi karangan asli. selain itu, ikhtisar tidak perlu memberikan isi dari karangan secara professional. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan problematika pemecahannya. Sebagai ilustrasi, beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk menjelaskan inti atau pokok masalah tersebut. Sementara bagian pokok yang kurang penting dapat dihilangkan. Bentuk ikhtisar lebih bebas daripada ringkasan.

Ringkasan merupakan sekumpulan berbagai informasi untuk mempermudah pemahaman. Ringkasan memiliki banyak pengertian, diantaranya ringkasan (Precis yang berarti memotong atau memangkas) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat. 

Sinopsis
Pengertian pertama: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Sinopsis adalah ikhtisar yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar synopsis itu.
Pengertian Kedua: Sinopsis adalah ringkasan cerita dari sebuah novel. jika kalian ingin membuat sinopsis, jangan lupa tentukan dulu Tema, Latar, Alur, dan Penokohannya.
Glosarium adalah suatu daftar alfabetis istilah dalam suatu ranah pengetahuan tertentu yang dilengkapi dengan definisi untuk istilah-istilah tersebut.

Langkah-Langkah Membuat Rangkuman
a. Perangkum harus membaca uraian asli pengarang sampai tuntas agar memperoleh gambaran atau kesan umum dan sudut pandang pengarang. Pembacaan hendaklah dilakukan secara saksama dan diulang sampai dua atau tiga kali untuk dapat memahami isi bacaan secara utuh.
b. Perangkum membaca kembali bacaan yang akan dirangkum dengan membuat catatan pikiran utama atau menandai pikiran utama setiap uraian untuk setiap bagian atau setiap paragraf.
c. Dengan berpedoman hasil catatan, perangkum mulai membuat rangkuman dan menyusun kalimat-kalimat yang bertolak dari hasil catatan dengan menggunakan bahasa perangkum sendiri. Hanya saja, apabila perangkum merasa ada yang kurang enak, perangkum dapat membuka kembali bacaan yang akan dirangkum.
d. Perangkum perlu membaca kembali hasil rangkuman dan mengadakan perbaikan apabila dirasa ada kalimat yang kurang koheren.
e. Perangkum perlu menulis kembali hasil rangkumannya berdasarkan hasil perbaikan dan memastikan bahwa rangkuman yang dihasilkan lebih pendek dibanding dengan bacaan yang dirangkum.

Langkah-Langkah Menulis Ringkasan
  1. Bacalah bahan pelajaran secara ringkas. Dalam hal ini kita perlu memperoleh gambaran isi materi secara garis besar.
  2. Membaca uraian materi secara cermat. Dalam hal ini dituntut untuk mengetahui dan menemukan gagasan utama pada setiap paragraf.
  3. Berilah tanda dan catatlah kalimat yang mengandung pokok pikiran dan gagasan utama.
  4. Mulailah menyusun ringkasan. Catatan gagasan utama dikembangkan lagi. Keterangan dari gagasan utama tersebut diuraikan dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami.
  5. Menyusun ringkasan ke dalam suatu skema. 

Langkah-Langkah Menulis Ikhtisar
Langkah-langkah menyusun ikhtisar tak ubahnya dengan langkah-langkah menyusun rangkuman. Hanya saja, setelah membaca bacaan yang akan diikhtisarkan, penulis dapat langsung menambah dengan pengetahuan yang dimiliki yang sesuai dengan bahan kajian dalam bacaan yang akan diikhtisarkan. Hasil penggabungan tersebut selanjutnya ditulis kembali dalam sebuah ikhtisar yang koheren


Adapun langkah-langkah menyusun sinopsis adalah :

1. Bacalah naskah cerita secara berulang ulang sampai dapat memahami isi dan maksud dari    naskah tersebut.
2.Carilah dan catatlah ide pokok dalam naskah tersebut.
3.Buatlah catatan-catatan ringkas dari ide pokok yang sudah di buat.
4.Pergunakanlah kalimat tunggal dan gunakan kalimat yang sederhana dan efektif.
5. Ringkaslah kalimat menjadi frase, dan frase menjadi kata.
6.Pertahankanlah susunan ide pokok yang sudah kamu buat sesuai dengan susunan naskah.
7. Rangkailah sinopsis naskah cerita dengan kalimat yang benar, sederhana dan padu.


Langkah - Langkah Menulis Glosarium : 
1.Menandai/mencari kata - kata yang dianggap asing.
2.Lihat di kamus , atau searching di internet.
3.Urutkan kata tersebut secara alfabetis dengan artinya.

Perbedaan Rangkuman dengan Ringkasan dengan Ikhtisar

Ringkasan
-  Membuat betuk kecil karangan.
-  Mereproduksikan kata pengarang.
 -  Mempertahankan urutan gagsan karangan yang membangun sosok/ bahan karangan.
-  Penyusunan terikat penataan, isi, dan sudut pandang.
 -  Bersifat objektif, menyusun tidak boleh mengubah susunan maupun sudut pandang.
 -  Kalimat pendek dan senada dengan kalimat bacaan.

Ikhtisar
-     Mengambil intinya.
-     Mereproduksikan kembali secara kreatif kata dari pengarang.
-     Urutan gagasan yang diungkap kembali tidak seperti urutan gagasan karangan.
-     Penyusunan bebas, mengungkapkan apa yang menurutnya mewakili inti bacaan.
-     Subjektif, penyusunan boleh mengubah menurutnya yang mewakili inti.
-     Kalimat cenderung sesaui denag keinginan penyusunan.

Rangkuman
- rangkuman kalimat-kalimat tersebut telah disusun rapi dan tidak terpisah satu dengan yang lainnya di   mana membentuk beberapa paragraf dan setiap paragraf memiliki satu ide pokok/pemikiran.
- rangkuman memiliki pendapat dari penulis terhadap sesuatu yang ia rangkum.
- rangkuman memang benar-benar disusun secara runtut dan jelas.

Istilah Dalam Drama

By Risman | At 20.13 | Label : | 0 Comments
Istilah Dalam Drama
 Hasil gambar untuk Drama
Babak
Babak, merupakan bagian dari lakon drama. Dalam satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua atau tiga babak bahkan mungkin lebih. Batas antara babak satu dengan babak selanjutnya ditandai dengan turunnya layer atau matinya penerangan lampu pementasan. Bila lampu dinyalakan kembali atau layer diangkat kembali biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda.

Adegan
Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya bagian dari rangkaian suasana dalam babak.

Prolog
Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog biasanya berisi tentang perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, konflik yang terjadi dan juga synopsis lakon.

Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya kadang berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang telah disajikan.

Dialog
Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memegang peranan penting karena menjadi pengarah lakon drama. Agar dialog tidak membosankan maka pengucapannya harus disertai penjiwaan secara emosional, selain itu pelafalannnya harus jelas dan cukup keras.

Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri.

Mimik
Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomim
Pantomim adalah ekspresi gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Pantomimik
Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.

Gestur
Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.

Bloking
Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.

Gait
Gait berbeda dengan bloking karena diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain.

Akting
Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan.

Aktor
Aktor adalah orang yang melakukan acting yaitu pemain drama. Untuk actor wanita disebut sebagai aktris.

Improvisasi
Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan peran.

Ilustrasi
Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan. Istilah ilustrasi juga bias disebut musik pengiring.

Kontemporer
Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan.

Sekenario
Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.

Sutradara
Sutradara adalah orang yang memimpin dan paling bertanggung jawab dalam pementasan drama

Selasa, 24 Februari 2015

Sejarah ASEAN

By Risman | At 20.45 | Label : | 0 Comments
sejarah asean negara anggota asean logo 

 Latar Belakang Berdiri ASEAN
Berdirinya ASEAN dilatarbelakangi adanya persamaan diantara negara-negara Asia Tenggara.Berikut ini persamaan-persamaan berikut :
  1. Persamaan letak Geografis di kawasan Asia Tenggara.
  2. Persamaan budaya yakni budaya Melayu Austronesia
  3. Persamaan nasib dalam sejarah yaitu sama-sama sebagai negara bekas dijajah oleh bangsa asing.
  4. Persamaan kepentingan untuk menjalin hubungan dan kerja sama di bidang ekonomi,sosial dan budaya.
ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asia Nations atau dalam bahasa indonesia disebut dengan Perhimpunan bangsa bangsa asia tenggara, merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi yang anggotanya dari negara negara di wilayah asia tenggara. ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand. ASEAN berdiri melalui Deklarasi Bangkok di prakarsai oleh lima negara Asia tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Setiap wakil negara pemkrakarsa ASEAN ikut menandatangin deklarasi bangkok, Indonesia diwakili oleh Adam Malik, Filipina oleh Narciso R. Ramos, Malaysia oleh Tun Abdul Razak, Singapura oleh S. Rajaratman, dan Thailan oleh Thanat Khoman.

Tujuan pokok Asean adalah :
1. Menjalin saling pengertian dan hubungan persaudaraan antara negara-negara di Asia Tenggara.
2. Memajukan kerjasama ekonomi dengan jalan membentuk pasaran bersama dan membuat proyek bersama. Misalnya Pabrik diesel Marine di Singapura, Pabrik Abusoda di Thailand dan sebagainya.
3. Memajukan kerjasama dalam bidang kebudayaan dengan jalan tukar menukar kebudayaan.
4. Meningkatkan kerjasama dalam bidang Pariwisata
5. Menanggulangi masalah peredaran narkotika secara bersama-sama
6. Melaksanakan perjanjian ekstradisi antar anggota Asean.
 
Negara Anggota ASEAN
Anggota ASEAN yang dulunya hanya lima negara di Asia tenggara, sekarang telah menjadi sepuluh negara, yaitu sebagai berikut
  • Filipina negara pendiri
  • Indonesia negara pendiri
  • Malaysia negara pendiri
  • Singapura negara pendiri
  • Thailand negara pendiri
  • Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984
  • Vietnam bergabung pada 28 Juli 1995
  • Laos bergabung pada 23 Juli 1997
  • Myanmar bergabung pada 23 Juli 1997
  • Kamboja bergabung pada 16 Desember 1998



Elemen Volta, Elemen Kering, dan Akumulator

By Risman | At 17.34 | Label : | 0 Comments

Elemen Volta, Elemen Kering, dan Akumulator

A. Elemen Volta
    Elemen Volta yaitu sejenis baterai kuno yang diciptakan oleh ilmuwan Italia Allesandro Volta.     Elemen Volta terdiri dari tumpukan batang seng, kain yang direndam dalam larutan asam, dan batang tembaga secara bergantian. Elemen Volta mempunyai kelemahan, yaitu hanya dapat bekerja dalam waktu yang pendek sehingga tidak cocok untuk kehidupan sehari-hari.
I. KOMPONEN PENYUSUN
1. Plat tembaga (Cu) sebagai anoda atau kutub positif
2. Plat seng (Zn) sebagai katoda atau kutub negatif
3. H2S04 encer sebagai larutan elektrolit ( larutan yang dapat menghantarkan listrik )

II. CARA KERJA
Plat tembaga mempunyai potensial lebih tinggi mengakibatkan setelah dihubungkan terjadi aliran electron dari plat seng ke plat tembaga,saat didalam asam sulfat elektron dapat mengalir. Jika dipasang lampu diantara kedua plat dengan menggunakan kawat, maka lampu akan menyala.
B. Elemen Kering / Baterai
    Elemen Kering adalah suatu alat yang menghasilkan energi listrik dengan proses kimia. Baterai juga merupakan elemen kering primer, karena tidak dapat diisi ulang (disetrum). Dibuat pertama kali pada tahun 1866,oleh kimiawan Perancis George Leclanche.
KOMPONEN PENYUSUN
1. Batang arang atau karbon sebagai kutub positif
2. Mangan dioksida dan serbuk karbon
3. Lapisan seng sebagai kutub negatif
4. Amonia klorida
5. Lapisan kuningan
6. Karton

II. CARA KERJA
Batang arang ini mempunyai potensial yang lebih tinggi dari pada seng. Kutub positif elemen kering ini adalah batang arang ( C ), sedangkan kutub negatifnya adalah seng (Zn). Potensial kutub positif ini lebih tinggi daripada potensial kutub negatif.

GGL yang diperoleh standar tiap baterai atau sel adalah 1,5 volt. Bila dua baterai kita serikan berarti memperoleh ggl 3 volt. Seperti elemen Volta elemen kering termasuk elemen kimiawi yaitu mengubah energi kimia menjadi energi listrik, Elemen Leclanche kering ini trermasuk elemen primer sehingga apabila potensialnya habis, sudah tidak dapat digunakan lagi. Untuk mengatasi kelemahan itu diciptakan baterai yang dapat disetrum lagi seperti baterai alkali atau baterai nikel-besi yang dikembangkan oleh Thomas Alva Edison tahun 1900, energizer dan lain-lain yang termasuk elemen sekunder. 
C. Akumulator
     Akumulator adalah sebuah sel atau elemen sekunder dan merupakan sumber arus listrik searah yang dapat mengubah energy kimia menjadi energy listrik. Aki termasuk elemen elektrokimia yang dapat mempengaruhi zat pereaksinya, sehingga disebut elemen sekunder. Kutub positif aki menggunakan lempeng oksida dan kutub negatifnya menggunakan lempeng timbale sedangkan larutan elektrolitnya adalah larutan asam sulfat.

Pengumpulan jumlah muatan listrik dinyatakan dalam ampere jam disebut tenaga aki. Pada kenyataannya, pemakaian aki tidak dapat mengeluarkan seluruh energy yang tersimpan aki itu. Oleh karenanya, aki mempunyai rendemen atau efisiensi. 
 
I. KOMPONEN PENYUSUN
1. Pemisah
2. Terminal
3. Pelat positif
4. Pelat negatif
5. Batang penghubung

II. CARA KERJA
Akki (accumulator), akki terdiri dari sebuah bak kecil yang terbuat dari karet keras atau kaca yang berisi larutan asam sulfat encer.
Di dalamnya terdapat dua kerangka P (positif) dan N (negatif) terbuat dari timbal (Pb) yang berlubang-lubang berbentuk segiempat. Lubang-lubang kerangka P diisi dengan timbal peroksida (PbO2) yang berupa lapisan berpori. Kerangka P ini berwarna coklat dan merupakan kutub positif akki. Kerangka N berisi lapisan timbal berpori (Pb), warnanya abu-abu dan merupakan kutub negatif akki. Ggl yang dihasilkan kedua kutub ini besarnya sekitar 2 volt.
Bila akki mengalirkan arus listrik, maka lapisan timbal dan timbal peroksida keduanya berubah sedikit demi sedikit menjadi timbal sulfat (PbSO4), sehingga kemampuan akki untuk mengalirkan arus listrik menjadi berkurang. Untuk memulihkan kembali kemampuan akki ini, maka akki harus “diisi” kembali dengan cara menyetrumnya, yaitu dengan jalan mengalirkan arus searah dari sumber arus, dengan arah yang bertentangan dengan arah arus yang dialirkan oleh aki tersebut. Karena aliran listrik ini, timbal sulfat berubah menjadi timbal dan timbal peroksida kembali.

Jumat, 08 November 2013

RPP Basa Sunda

By Risman | At 07.52 | Label : | 0 Comments
 ini RPP Muatan Lokal Bahasa  Sunda SD……tapi maaf belum Berkarakter Bangsa EEK.  Silahkan download.
1. Semester 1
RPP B. SUNDA KELAS 3 SMT 1
RPP B. SUNDA KELAS 4 SMT 1
RPP B. SUNDA KELAS 5 SMT 1
RPP B. SUNDA KELAS 6 SMT 1

2.  Semester 2
RPP B. Sunda 3-S2
RPP B.Sunda 4-S2
RPP B. Sunda 5-S2
RPP B. Sunda 6-S2

Jumat, 05 Juli 2013

Buku Tematik SD kelas 1dan 4 Kurikulum tahun 2013

By Risman | At 16.08 | Label : | 1 Comments

cover 

Unduh Buku Guru Tematik SD Kurikulum 2013~Dalam proses  implementasi Kurikulum 2013 nanti, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mencetak buku baik buku pegangan untuk guru maupun buku pegangan untuk siswa dan akan membagikan buku pegangan tersebut secara gratis. Buku-buku tersebut akan dicetak  sebanyak jumlah peserta didik sasaran implementasi. Tentunya disekolah-sekolah yang dijadikan piloting implementasi kurikulum 2013 yang daftarnya dapat dilihat pada artikel pemantauan implementasi kurikulum 2013.
Untuk jenjang SD kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester yang terdiri dari 6 buku pegangan agama (1 untuk tiap agama) dan 4 buku pegangan Tematik. Demikian pula halnya untuk jenjang SD kelas 4 disiapkan sebanyak 10 buku yang terdiri dari 6 buku pegangan agama (1 untuk tiap agama) dan 4 buku pegangan Tematik.
Untuk satu tahun kelas I jenjang SD, ada 8 tema dan kelas IV SD ada 9 tema. Namun saat ini yang telah dikembangkan baru 4 buku pertama. Menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), buku semester II dikembangkan setelah pengembangan  buku semester I selesai dan akan digunakan Januari tahun 2014.
Meskipun implementasi kurikulum 2013 ini dilakukan secara bertahap, namun tidak ada salahnya bagi guru-guru sekolah non piloting mempelajari dan ikut memahami buku-buku yang menjadi pegangan guru pada kurikulum 2013 ini. Namun saat ini, layananptk hanya akan mensharing buku pegangan guru SD tematik kurikulum 2013. Unduh Buku Guru Tematik SD Kurikulum 2013 dengan cara klik tautan dibawah ini :
  1. Kelas 1. Tema 1.1 Diriku. DOWNLOAD DISINI.
  2. Kelas 1. Tema 1.2 Kegemaranku. DOWNLOAD DISINI.
  3. Kelas 1. Tema 1.3 Kegiatanku. DOWNLOAD DISINI.
  4. Kelas 1. Tema 1.4 Keluargaku. DOWNLOAD DISINI.
  5. Kelas 4. Tema 4.1 Indahnya Kebersamaan. DOWNLOAD DISINI.
  6. Kelas 4. Tema 4.2 Selalu Berhemat Energi. DOWNLOAD DISINI.
  7. Kelas 4. Tema 4.3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup. DOWNLOAD DISINI.
  8. Kelas 4. Tema 4.4 Berbagi Pekerjaan. DOWNLOAD DISINI.

Rabu, 26 Juni 2013

Pernapasan Pada Manusia

By Risman | At 20.09 | Label : | 0 Comments
A.                 ALAT PERNAPASAN MANUSIA
Bernapas adalah kegiatan menghirup udara dan mengeluarkan udara. Udara mengandung berbagai komponen gas, salah satunya adalah oksigen (O2). Oksigen inilah yang diperlukan oleh tubuh. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui hidung . Selanjutnya, pernapasan menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan dari mulut  Bernapas yang baik dilakukan melalui hidung, karena  udara yang masuk kedalam hidung akan di saring oleh rambut antau bulu hidung. Bernapas menggunakan alat-alat pernapasan terdiri dari : hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
a. Hidung
Hidung merupakan tempat keluar masuknya udara pernapasan. Udara masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung. Di dalam rongga hidung itu terdapat rambut hidung dan selaput lendir. Rambut hidung dan selaput lendir berfungsi untuk menyaring udara yang masuk agar bebas dari debu dan kuman. Dengan demikian, udara yang kita hirup bersih dari kotoran, debu, atau kuman penyakit. Di dalam hidung udara juga mengalami penyesuaian suhu dan kelembaban.
 b. Tenggorokan (Trakhea)

Udara pernapasan dari hidung turun ke tenggorokan (trakhea). Tenggorokan merupakan sebuah saluran yang panjangnya kira-kira 9 cm. Pada tenggorokan terdapat bulu-bulu halus. Bulu-bulu halus berfungsi menyaring udara dari kotoran yang masih dapat lolos ke tenggorokan. Ujung trakhea bercabang menjadi dua bagian. Cabangcabang ini disebut bronkus. Bronkus kanan menuju paru-paru kanan. Bronkus kiri menuju paru-paru kiri.
 c. Paru-Paru
Paru-paru terdapat di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua buah yaitu paru paru kiri dan paru-paru kanan. Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. Di dalam paru-paru terdapat cabang-cabang bronkus yang disebut bronkiolus. Bronkiolus juga memiliki percabangan yang jumlahnya sangat banyak.Cabang-cabang tersebut sangat halus dan tipis. Tiap-tiap ujung cabang membentuk kantung berdinding tipis yang disebut alveolus.
Alveolus merupakan gelembung yang sangat tipis. Gelembung tersebut diselimuti pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran gas O2 dan CO2. Pada saat udara yang kita hirup sampai di alveolus, oksigen melewati dinding kapiler darah. Oksigen diikat oleh hemoglobin (Hb) darah. Setelah itu, darah akan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam tubuh, oksigen digunakan untuk proses pembentukan energi. Pada proses tersebut dihasilkan energi dan gas karbon dioksida (CO2). CO2 tersebut diikat kembali oleh hemoglobin darah. Setelah itu, darah akan membawa CO2 ke paru-paru. CO2 dari paru-paru menuju tenggorokan, kemudian dikeluarkan dari tubuh. melalui lubang hidung atau mulut

B.                 JENIS PERNAPASAN   PADA MANUSIA 
1.      Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanisme pernapasan dada adalah sebagai berikut.
a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk, sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
2. Pernapasan Perut  
Pernapasan perut  adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
 Mekanisme Pernapasan perut  sebagai berikut.
a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar

   C.    Frekuensi Pernapasan Manusia
Yang di maksud dengan frekwensi pernapasan   adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit pada manusia. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali. Faktor-faktor yang mempengaruhi   terhadap kecepatan frekuensi pernapasan manusia adalah:
1. Usia
Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun
2. Jenis kelamin.
Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan
3. Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat
4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.
5. Aktivitas
Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

D.      GANGGUAN PADA ALAT PERNAPASAN
Berikut  adalah Ganguan atau kelainanan yang terjadi pada pernapasan manusia yaitu :
1.    Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.
4. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
5. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
6. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
7. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel.
11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.

Jumat, 14 Juni 2013

Format sederhana Rapot

By Risman | At 16.27 | Label : | 0 Comments

 

 
 Metode penulisan Buku laporan siswa (Raport) yang biasanya dilakukan secara manual kini digantikan dengan metode yang lebih mudah dan praktis. Guru atau wali kelas ataupun yang memiliki autoritas dalam penulisan raport hanya perlu menginputkan data-data siswa seperti data sekolah, NIS Siswa, Wali kelas, dan Nilai Siswa dan data lain yang di butuhkan. Data-data tersebut selanjutnya tinggal di cetak dengan format raport yang tersedia. Jika anda membutuhkannya DI SINI

Aplikasi Membuat Raport Ketik


Aplikasi Membuat Raport SMA



Nah, untuk guru kelas sekolah dasar juga ada kok, semoga bermanfaat.


Sumber :
 http://iyaifiles.blogspot.com

Senin, 10 Juni 2013

Tata Cara Salat Istikharah

By Risman | At 04.54 | Label : | 0 Comments
 
Shalat Istikharah artinya shalat meminta petunjuk yang baik. Ketika seseorang akan mengerjakan suatu pekerjaan yang penting, sedangkan ia masih ragu-ragu, apakah pekerjaan itu baik untuk dia atau tidak? Maka saat itulah disunahkan baginya shalat dua rakaat (Istikharah) di luar shalat fardhu. Sesudah itu berdoa meminta petunjuk kepada Allah swt. atas pekerjaan/perkara yang masih diragukannya tersebut.
       Rasulullah saw. bersabda:
لحديث جابربن عبد الله رضي الله عنه قال: كان رسول الله صليّ الله عليه وسلّم يعلمنا الإستخارة في الأمور كما يعلّمنا السورة من القرآن يقول: إذا همّ احدكم بأمر فاليركع ركعتن من غيرالفريضة ثمّ لْيقل اللهمّ... (رواه البخاري)  
      Lafadz doanya sebagai berikut:
اللهمّ إنى استخيرك بعلمك واستقدرك بقدرتك واسألك من فضلك العظيم فإنّك تقدر ولا اقدر وتعلم ولا اعلم وأنت علّام الغيوب. اللهمّ إن كنت تعلم أنّ هذا الأمر خيرلى فى ديني ودنياي ومعاشي وعاقبة أمري (اوعاجل أمري وآجله) فاقدره لي ويسّره لي ثّم بارك لي فيه. وإن كنت تعلم أنّ هذا الأمر شرّلي في ديني ودنياي ومعاشي وعاقبة أمري (اوعاجل أمري وآجله) فاصرفه عنّي واصرفني عنه واقددرلي الخير حيث كان ثمّ رضّني به. (رواه البخاري).
“Ya Allah! Arahkanlah diriku kepada yang baik dengan ilmu-Mu, dan berilah aku kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku selalu mengharapkan anugerah-Mu yang melimpah, sesunguhnya Engkau Maha Kuasa, dan aku tidak kuasa sedikitpun, dan Engkau yang Maha Mengetahui, dan aku tidak tahu sedikitpun. Dan Engkaulah yang Maha mengetahui segala yang baik. Ya Allah! Jika hal ini baik bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, maka mohon Engkau tetapkan kebaikan dan kemudahan bagiku, kemudian limpahkanlah berkah bagiku. Jika hal ini jelek bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, mohon Engkau jauhkan ia dari padaku dan jauhkan aku dari padanya dan limpahkanlah kepadaku keutamaan juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang rela dengan pemberian.” (HR. Bukhari)
Menurut Hanafiyah dan Syafi’iyah shalat Istikharah ada dua rakaat dan membaca doa sesudahnya dengan berdasarkan hadis Jabir yang diriwayatkan oleh Bukhari. Syafi’iyah menambahkan pada rakaat pertama membaca al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca al-Ikhlas setelah al-Fatihah.
Shalat istikharah boleh dilakukan kapanpun baik pada malam atau siang hari diluar shalat fardhu. Karena tidak ada hadis yang menerangkan waktu khusus tentang pelaksanaanya.

Minggu, 02 Juni 2013

Teori Proses Pembentukan Tata Surya

By Risman | At 07.03 | Label : | 0 Comments
 
  1. Teori Kabut; Teori Kabut disebut juga Teori Nebula. Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kant, seorang filsafat jerman membuat suatu hipotesis tentang terjadinya tata surya. Ia mengatakan bahwa dijagat raya mula-mula tredapat gumpalan kabut atau nebula yang berputar perlahan – lahan. Oleh karena perputarannya sangat lambat, nebula mulai menyusut sehingga membentuk sebuah cakram datar ditengah-tengahnya. Penyusutan berlanjut dan membentuk matahari dipusat cakram. Penyusutan mengakibatkan cakram berputan dengan cepat sehingga bagian tepi cakram terlepas membentuka gelang-gelang bahan , yang kemudian memedat mendaji planet-planet yang berevolusi dalam orbit hampir melingkar mengitari matahari. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang ahkli fisika Prancis, Pierre Simon de Laplace mengemukakan teori yang hampir sama. Ia megatakan bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinan tersebut berupa gumpalan kabut yang membentuk bulatan seperti bola besar. Semakin kecil bola itu, pilinannya semakin cepat sehingga bentuk bola itu menepat pada kutubnya dan melebar dibagian ekuatornya. Kemudian sebagian massa gas diekuatornya itu menjauh dari gumpalan intinya membentuk gelang-gelang yang akhirnya berubah menjadi gumpalan padat. Gumpalan padat itulah yang menjadi planet dan satelitnya sedangkan bagian inti kabut tetap brebentuk yang berpijar yang disebut dnegan matahari.
  2. Teori Planetesimal; Teori Planetesimal dikemukakan oleh Thomas C . Chamberlin seorang ahli geologi dan Forest R Moulton seorang ahli astronomi mengemukakan teori yang dikenal dengan teori planetesimal yang berarti planet kecil. Teori ini menyatakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang. Suatu saat matahari berpapasan dengan sebuah bintang dengan jarak yang tidak terlalu jauh shingga terjadi peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu, serta bagian dari massa matahari tertarik kearah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa matahari jatuh kembali ke permukaan mathari dan sebagian lagi terhambur keluar angkasa disekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi orbitnya.
  3. Teori Bintang Kembar; Menurut Teori Bintang Kembar, dahulu Matahari merupakan bintang kembar kemudian bintang kembarannya meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak (Matahari), maka kepingan-kepingan itu bergerak mengitari bintang tersebut dan menjadi planet-planet.
  4. Teori Pasang Surut; Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari. Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari. Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.
  5. Teori Awan Debu (Proto Planet); Pada tahun 1940 seorang astronomi jerman bernama Carl Von Weiszzacker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan teori awan debu. Pada daarnya teori ini mengemukakan bahwa tata surya itu terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih dari 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan sehingga partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat wan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama kelamaan gumpalan gas itu menjadi pipih seperti cakram yang tebal dibagian tengah dan lebih tipis dibagian tepinya. Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari bagian tepinya. Oleh karena itu partikel-partikel dibagian tengah cakram itu saling menekan timbullah panas dan pijar. Bagian inilah yang menjadi matahari. Bagian yang lebih luar, berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil yang juga turut berpilin. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya. Bahan planet itu dinamakan pula proto planet.

Selasa, 28 Mei 2013

Apresiasi Drama

By Risman | At 20.24 | Label : | 0 Comments
  
  Pengertian dari Drama
Kata drama berasal dari bahasa Greek; tegasnya dari kata kerja dran yang berarti “berbuat, to act atau to do”. Drama berarti perbuatan, tindakan, atau beraksi (action). Drama cenderung memiliki pengertian ke seni sastra. Di dalam seni sastra, drama setaraf dengan jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang manusia. Cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton (audience).
Drama sebagai bentuk pertunjukan melukiskan sifat manusia dengan gerak dan segala hal yang mendukungnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa drama pada dasarnya adalah salah satu cabang seni sastra yang mementingkan dialog, gerak, dan perbuatan menjadi  suatu lakon yang dipentaskan di atas panggung.
Unsur-unsur drama pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan unsur-unsur dalam prosa fiksi. Unsur-unsur tersebut adalah  unsur pembangun yang datang dari dalam teks drama itu atau sering disebut sebagai unsur intrinsik dan unsur pembangun yang datang dari luar teks drama atau sering disebut unsur ekstrinsik.
a.   Unsur Intrinsik
Unsur-unsur intrinsik drama meliputi plot atau alur, tokoh atau karakter, dialog, latar atau setting, tema, dan amanat. Naskah drama dapat dipentaskan apabila dilengkapi keterangan lakuan (lakon) sebagai unsur gerak atau action, tata busana dan tata rias, tata panggung, tata bunyi atau suara, dan tata lampu atau sinar. Berikut ini akan dipaparkan unsur pembangun drama .
1) Alur
Alur adalah urutan cerita dan peristiwa yang saling berhubungan secara kausalitas atau ada jalinan sebab-akibat antara peristiwa yang satu dengan lainnya. Tahapan alur dalam drama dikenal dengan nama eksposisi, komplikasi, dan klimaks.
Pemaparan/ eksposisi, adalah bagian awal naskah drama yang berisi keterangan mengenai tokoh serta latar. Dalam tahapan ini pengarang memperkenalkan para tokoh, menjelaskan tempat peritiwa, memberikan gambaran peristiwa yang akan terjadi. Bagian alur drama ini berfungsi untuk mengantar penonton ke dalam persoalan utama yang menjadi isi cerita drama tersebut.Eksposisi mendasari dan mengatur gerak dalam masalah-masalah waktu dan tempat. Eksposisi memperkenalkan pelaku, yang akan dikembangkan dalam bagian utama lakon itu, dan memberikan suatu indikasi resolusi.
Komplikasi bertugas mengembangkan konflik. Tahapan ini muncul ketika ada kekuatan, kemauan, sikap, atau pandangan yang saling bertentangan. Bentuknya berupa peristiwa yang segera terjadi setelah bagian eksposisi berakhir dan mulai muncul konflik. Pelaku utama mengalami gangguan, penghalang dalam mencapai tujuannya, membuat kekeliruan, yang akhirnya kita dapat meneliti tipe manusia bagaimanakah sang tokoh itu.
Klimaks/krisis atau turning point adalah titik puncak cerita. Bagian ini merupakan tahapan ketika pertentangan yang terjadi mencapai titik optimalnya. Peristiwa dalam tahap ini dipandang dari segi tanggapan emosional penonton, menimbulkan puncak ketegangan. Klimaks merupakan puncak rumitan yang diikuti oleh krisis atau titik balik. Tahap ini ditandai oleh perubahan alur cerita. Ujung dari klimaks adalah peleraian/resolusi yang menunjukkan perkembangan lakuan ke arah pemecahan konflikaau masalah. Dalam tahap ini ketegangan menurun. Ketegangan emosional menyusut. Suasana panas mulai mendingin, menuju kembali ke keadaan semula seperti sebelum terjadi pertentanganAkhir pertunjukan mungkin berupa happy end, mungkin sebaliknya unhappy-end.
2) Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku cerita yang menggerakan plot dari suatu tahapan ke tahapan lain. Kalau drama sebagai naskah dipentaskan, tokoh itu akan diperagakan seorang pelaku atau aktor. Pada saat itu, karakteristik dari karakter-karakter akan semakin jelas dan hidup daripada karakteristik tokoh dalam prosa fiksi.
Drama menggambarkan tokoh-tokoh cerita sebagai tiruan yang dipentaskan secara jelas, konkret, lebih hidup.  Tokoh-tokoh yang ditampilkan itu tidak saja dimaknai dari bentuk tubuh juga ditentukan oleh gerak-gerik, mimik atau gerak raut muka, bahkan suara pun member makna terhadap keberhasilan tokoh dan penokohan .
Tokoh-tokoh dalam drama dapat digolongkan berdasarkan perannya dalam lakuan, dan berdasarkan fungsinya dan sifatnya dalam lakon. Berdasarkan sifat tokoh  dalam lakuan kita mengenal tiga macam tokoh, yaitu: tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis, sedangkan berdasarkan fungsinya tokoh utama akan berhasil bila didukung oleh tokoh sampingan. 
Tokoh protagonis adalah tokoh yang pertama-tama berprakarsa dan berperan sebagai penggerak lakuan. Dalam sebuah lakon biasanya tokoh ini dibantu oleh tokoh-tokoh lainnya yang ikut terlibat dalam lakuan. Karena perannya sebagai protagonis, maka ia merupakan tokoh yang pertama-tama akan menghadapi masalah dan terbelit dengan kesulitan-kesulitan. Tokoh ini biasanya merupakan  tokoh kebajikan yang diharapkan mendapatkan simpati dan empati penonton.
Tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai penghalang dan masalah bagi protagonis.
Tokoh tritagonis adalah tokoh yang berpihak pada protagonis atau antagonis, atau berfungsi menjadi penengah pertentangan antara kedua golongan tokoh tersebut.
3) Dialog atau Percakapan
S. Effendi dalam Liberatus berpendapat bahwa ciri utama sebuah drama adalah dialog. Hal tersebut menandakan pentingnya dialog dalam drama.  Terdapat beberapa macam fungsi dialog dalam drama antara lain:
a)  Melukiskan watak tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
b)  Mengembangkan dan menggerakan plot serta menjelaskan isi cerita drama kepada pembaca atau penonton.
c)  Memberikan isyarat peristiwa yang mendahului.
d)  Memberikan isyarat peristiwa yang  akan datang.
e)  Memberikan komentar terhadap peristiwa yang sedang terjadi dalam drama tersebut.
Diksi atau pilihan kata yang digunakan dalam dialog hendaknya dipilih sesuai dengan dramatic-action. Panjang pendeknya kata-kata dalam dialog berpengaruh terhadap konflik yang dibawakan lakon. Pada awal kisahan boleh saja disajikan dialog-dialog panjang. Akan tetapi, mendekati titik klimaks dialog-dialog harus dikurangi, dibuat lebih pendek-pendek agar penggawatan kisah dapat dirasakan penonton. Dengan demikian panjang pendeknya kalimat sangat berpengaruh terhadap irama drama
4) Latar
Latar yang juga disebut setting ini mengacu pada segala keterangan tentang waktu, tempat, dan suasana peristiwa dalam drama. Penjelasan bagaimana waktu, tempat, dan suasana, biasanya dalam naskah drama dituliskan. Bila drama itu dipentaskan, hal-hal tersebut diwujudkan dalam bentuk tata panggung, tata lampu, dan tata suara/bunyi.

5) Tema dan Amanat
Tema adalah gagasan pokok yang penyampaiannya sangat didukung oleh jalinan unsur tokoh, plot, dan latar cerita. Sejalan dengan itu,  Waluyo (2001: 24) mengemukakan bahwa dalam drama, tema dikembangkan melalui alur dramatik dalam plot melalui tokoh-tokoh protagonis dan antagonis dengan perwatakan yang memungkinkan konflik dan diformulasikan dalam bentuk dialog.
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Bagaimana jalan keluar yang diberikan pengarang terhadap permasalahan rumit yang dipaparkannya itulah amanat. Dengan demikian, amanat erat kaitannya dengan makna (significance) sedangkan tema berhubungan dengan arti (meaning) dari karya yang kita baca atau kita tonton.Amanat bersifat subjektif, dan tema lebih bersifat objektif.
b.  Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang dapat menjadi bahan pengarang dalam menciptakan karya sastra atau menjadi pertimbangan bagi pembaca, antara lain biografi pengarang, pemikiran, dan unsur sosial budaya masyarakatnya (Wellek & Warren, 1989: 82-153).[T1] 
1) Biografi Pengarang
Menurut Wellek & Warren [T2] mengemukakan penyebab lahirnya suatu karya sastra (termasuk drama) adalah pengarangnya sendiri. Biografi sang pengarang dapat dipergunakan untuk menerangkan dan menjelaskan proses terciptanya suatu karya sastra. Biografi pengarang itu dianggap mampu menerangkan dan menjelaskan proses penciptaan karya sastra untuk memberi masukan tentang penciptaan karyanya.
2) Pemikiran
Sastra sering dilihat sebagai suatu bentuk filsafat, atau sebagai pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus. Dengan kata lain, sastra sering dianggap pemberi ide dan mengungkapkan pemikiran-pemikiran yang hebat, baik pemikiran yang berdasar kepada psikologis maupun yang berdasar kepada filsafat.
Secara langsung ataupun secara tidak langsung pembaca dapat mengetahui pemikiran yang dituangkan pada satra melalui kiasan-kiasan dalam karyanya. Tidak jarang pembaca mengerahui tentang pengarang bahwa ia menganut aliran filsafat tertentu atau mengetahui garis besar ajaran  dan paham-paham tertentu.

3) Sosial Budaya Masyarakat
Unsur ekstrinsik lain yang paling banyak dipermasalahkan adalah unsur yang berkaitan dengan latar sosial budaya masyarakat yang terkait dengan karya sastra. Hal tersebut karena adanya hubungan timbal balik antara pengarang, sastra, dan masyarakat. Hubungan timbal balik itu di antaranya: (1) menyangkut posisi sosial masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca termasuk di dalamnya faktor-faktor sosial yang bisa mempengaruhi pengarang sebagai perseorangan di samping mempengaruhi isi karya sastranya, yang disebutnya sebagai konteks sosial pengarang; (2) menyangkut sejauh mana karya sastra dianggap sebagai pencerminan keadaan masyarakat, yang disebutnya sebagai sastra sebagai cermin masyarakat; dan (3) menyangkut sampai seberapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial, dan sampai seberapa jauh nilai sastra dipengaruhi oleh nilai sosial, dan sampai seberapa jauh pula sastra dapat berfungsi sebagai alat penghibur dan sekaligus sebagai pendidikan bagi masyarakat pembacanya

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz