Kamis, 01 November 2012

Metode Percobaan (Experimental Method)

By Risman | At 01.45 | Label : | 1 Comments
Pengertian Metode Percoban (Experimental Method)
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal . Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanan yang berisi tentang rangkaian yang didesain untuk mencapai pendidikan tertentu, J.R. David, ( Sanjaya, 2006).
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari, mengalami suatu proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mecoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Sedangkan menurut Roestiyah (2001:80) metode eksperimen adalah suatu cara mengajar dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaanya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Menurut Schoenherr, ( Palendeng, 2003 ) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksperimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesaempatan untuk menyusun sendiri konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan   alam kehidupanya. Dalan metode eksperimen, guru dapat mengembangkan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih keterampilan proses agar  memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang diperoleh secara langsung dapat tertanam dalam ingatanya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.
Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.
1. Tujuan dan Esensi Metode Percobaan (Experimental Method)
Penggunaan metode percobaan ini mempunyai tujuan yaitu agar siswa mampu dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan yang dihadapi dengan melakukan percobaan sendiri. Selain itu siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah, dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dan teori sesuatu yang sedang di pelajari. Esensi dari penggunaan metode eksperimen yakni menyajikan bahan pelajaran melalui percobaan serta mengamati suatu proses. Pengalaman belajar yang akan diperoleh adalah menguji sesuatu, menguji hipotesis, menemukan hasil percobaan dan mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Agar penggunaan metode eksperimen ini efesien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Dalam eksperimen setiap siswa harus melakukan percobaan, maka jumlah alat dan bahan harus cukup bagi setiap siswa.
b. Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau hasilnya tidak membahayakn maka kondisi alay dan mutu  bahan yang digunakan harus baik dan bersih.
c. Dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses perubahan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama.
d. Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yan jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungan oleh guru dalam memilih objek yang akan dieksperimenkan.
2. Prosedur pelaksanaan eksperimen
Roestiyah (2001: 81) bahwa pelaksanaan metode eksperimen adalah sebagai berikut:
a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen.
b) Memberikan penjelasan kepada siswa tentang alat-alat dan bahan yang akan digunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat.
c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempuranaan jalannya eksperimen.
d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau Tanya jawab.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan atau dipersiapkan guru dalam eksperimen
Menurut E. Mulyasa (2007) hal-hal yang harus dipersiapkan guru dalam melakukan eksperimen adalah:
a) Tetapkan tujuan eksperimen
b) Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
c) Persiapkan tempat melakukan eksperimen
d) Perhitungkan jumlah siswa, sesuai dengan alat yang tersedia
e) Perhatikan keamanan dan keselamatan agar dapat memperkecil resiko yang mungkin berbahaya perhatikan disiplin dan tata terstib, terutama dalam menjaga alat dan bahan yang digunakan
f) Berikan penjelasan tentang apa yang harus diperhatiakan, tahapan yang harus dilakukan, dan yang dilarang.
 Batas-batas kemungkinan pemakaian metode eksperimen
- Kurangnya persiapan dan pengalaman pada diri guru menimbulkan kesulitan di dalam pelaksanaan eksperimen.
- Jika eksperimen memerlukan waktu yang cukup panjang, guru dituntut keseksamaan dalam menentukan alokasi waktu untuk setiap pelajaran tetap dapat berjalan dengan baik.
- Jika alat-alat tidak cukup mengakibatkan tidak semua siswa mendapat kesempatan untuk mengadakan eksperimen, Subari (1988: 87).
 4. Tahap-tahap Pelaksanaan Eksperimen
Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng, (2003) meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari.
2. Pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut.
3. Hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatan.
4. Verifikasi, egiatan untuk membuktikan kebenaran dan dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok . siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya.
5. Aplikasi konsep setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari.
6. Evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahanan konsep dapat diketahui apabila siswa mampuh mengutarakan secara lisan, tulisan, maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh dan menerapkan konsep yang terkait dengan pokok bahasan.
Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen menurut Djamarah (2002),
Kelebihannya adalah :
a. Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobannya.
b. Dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dan hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
c. Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.
 
Kekurangannya adalah :
a. Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sainis dan teknologi.
b. Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadang mahal.
c. Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan.
d. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian.
 5. Prinsip-prinsip Pengajaran Eksperimen
Metode Eksperimen sangat khas untuk membelajarkan perinsip atau generalisasi hubungan dua variable, yaitu variabel bebas dan variabel terkait. Sehubungan dengan penjelasan ini, metode eksperimen dapat dibagi menjadi eksperimen sederhana, ekserimen terkontrol, dan eksperimen berujung terbuka (openendedeksperimen ), Thurber dan Collet, (Irawan Jaya). Dengan adanya pembagian ini, guru tidak perlu khawatir bahwa pelaksanaan eksperimen di kelas sains yang menggunakan TIK akan memakan waktu banyak, pelaksanaannya rumit dan adanya kesulitan yang lain.
a. Eksperimen Sederhana
Banyak masalah IPA yang dapat dipecahkan dengan eksperimen sederhana, sehingga tidak memerlukan tahap-tahap pekerjaan yang terpisah untuk menyelesaikannya. Langkah dan eksperimen sederhana itu adalah:
1). Pengajuan masalah
2). Pelaksanaan percobaan untuk pengamatan masalah
3). Pengambilan kesimpulan.
Dalam eksperimen ini perlu dilakukan pengontrolan terhadap variabelvariabel bebas yang tidak dipelajari, karena pengaruhnya terhadap variabel terikat dapat diabaikan atau memang tidak ada variabel lain yang berpengaruh kacuali variabel yang sedang dipelajari.Sebagai contoh, masalah yang akan dipecahkan adalah: “apakah tepung beras mengamdung amilum?” masalah itu cukup di pecahkan dengan percobaan, yang dilakukan dengan meneteskan larutan YKY (Yodium) pada tepung beras, kemudian mengamati bahwa zat tersebut berubah warna biru. Untuk mengambil kesimpulan, siswa cukup mengambil kesimpulan bahwa tepung beras mengandung amilum berdasarkan perubahan warna yodium menjadi biru.
b. Eksperimen Terkontrol
Hubunhgan antara suatu variabel bebas dan variabel terikat dalam fenomenafenomena alam banyak yang tidak dapat diamati karena adanya variabel lain yang berpengaruh terhadap variabel terikat yang diamati. Misalnya, pada suatu tanaman pot baru yang tanahnya diberi urea, pertumbuhannya subur, tetapi tidak dapat disimpulkan begitu saja bahwa yang menyebabkan subur adala zat urea, karena orang berfikir bahwa factor lain juga dapat berpengaruh. Hubungan antara variabel-variabel seperti itu dapat diajarkan kepada siswa dengan metode eksperimen terkontrol. Dalam metode ini dibuat eksperimen dengan menggunakan dua kelompok tanaman pot yag medium tanahnya sama, tetapi pada satu kelompok tanaman tanah diberi pupuk urea. sementara kelompok tanaman yang lain tidak diberi urea. Dalam pelaksanaan metode eksperimen terkontrol, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
1). Pengajuan masalah
2). Pengajuan hipotesis
3).Pengontrolan variabel (membuat perlakuan variabel bebas dan mengendalikan varabel terkontrol
4). Pelaksanaan eksperimen
5). Pengolahan data
6). Pengambilan kesimpulan
Dalam metode eksperimen terkontrol kesimpulan yang dibuat bersifat tertutup, artinya kesimpulan itu merupakan jawaban yang pasti (tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, atau tidak mengundang munculnya masalah baru). Sejalan degan pendekatan eksperimen ada keterkaitan pula antara pendekatan eksperimen dengan pendekatan proses. Dapat dikatakan bahwa pendekatan eksperimen adalah bagian dari keterampilan proses. Para ahli IPA dalam menanyakan, memeriksa, menyelidiki suatu objek atau gejala alam untuk memcahkan masalah, menemukan konsep, atau perinsip melalui proses-proses tertentu antara lain  : mengamati, mengklasifikasi, merumuskan hipotesis dan melakukan eksperimen.

Kamis, 25 Oktober 2012

Bank Soal

By Risman | At 19.05 | Label : | 0 Comments

Ulangan Harian

By Risman | At 18.54 | Label : | 0 Comments

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kumpulan Makalah

By Risman | At 17.13 | Label : | 0 Comments
  1. Makalah ABK
  2. Makalah Agama Islam
  3. Makalah Agraria
  4. Makalah Akutansi
  5. Makalah Aliran-Aliran Pendidikan
  6. Makalah Antropologi
  7. Makalah Antropologi Hukum
  8. makalah bahasa indonesia
  9. Makalah Bahasa Inggris
  10. makalah bahasa sunda
  11. Makalah Bantuan Hukum
  12. Makalah Belajar Dan Pembelajaran
  13. Makalah Bimbingan dan Konseling
  14. Makalah Bimbingan Konseling
  15. Makalah Biologi
  16. Makalah Budaya
  17. Makalah Dasar-Dasar Pendidikan
  18. Makalah Demokrasi
  19. Makalah Ekonomi
  20. Makalah Ekonomi Pendidikan
  21. Makalah Evaluasi Pembelajaran
  22. Makalah Evaluasi Pendidikan
  23. Makalah Filsafat
  24. Makalah Filsafat Pendidikan
  25. Makalah Filsafat Pendidikan Islam
  26. Makalah Fisika
  27. Makalah Hak Asasi Manusia
  28. Makalah HAM
  29. Makalah Hukum
  30. Makalah Hukum Adat
  31. Makalah Hukum Administrasi Daerah
  32. Makalah Hukum Asuransi
  33. Makalah Hukum Bisnis
  34. Makalah Hukum Dagang Internasional
  35. Makalah Hukum Di Indonesia
  36. Makalah Hukum Ekonomi Internasional
  37. Makalah Hukum Jaminan
  38. Makalah Hukum Kepailitan
  39. Makalah Hukum Kesehatan
  40. Makalah Hukum Laut Internasional
  41. Makalah Hukum Organisasi Internasional
  42. Makalah Hukum Pajak
  43. Makalah Hukum Pemda
  44. Makalah Hukum Perbankan
  45. Makalah Hukum Perburuhan
  46. Makalah Hukum Perdagangan Internasional
  47. Makalah Hukum Perdata Indonesia
  48. Makalah Hukum Perdata Internasional
  49. Makalah Hukum Perjanjian
  50. Makalah Hukum Perjanjian Internasional
  51. Makalah Hukum Perkawinan
  52. Makalah Hukum Perlindungan Anak
  53. Makalah Hukum Perlindungan Konsumen
  54. Makalah Hukum Persaingan Usaha
  55. Makalah Hukum Pidana
  56. Makalah Hukum Tata Usaha Negara
  57. Makalah Hukum Waris Adat
  58. makalah ilmu bahasa
  59. Makalah Ilmu Hukum
  60. Makalah ilmu Pendidikan
  61. Makalah Ilmu Politik
  62. Makalah ilmu sosial dan Politik
  63. makalah inovasi pendidikan
  64. Makalah Jurusan Bahasa
  65. Makalah Jurusan IPA
  66. Makalah Jurusan IPS
  67. Makalah Jurusan Matematika
  68. Makalah Kajian Islam
  69. Makalah Kapita Selekta Pendidikan
  70. Makalah Ketahanan Pangan
  71. Makalah Kimia
  72. Makalah Konsep Dasar Tekhnologi
  73. makalah konsep dasar teknologi
  74. Makalah Kurikulum Dan Pembelajaran
  75. Makalah Kurikulum Pendidikan
  76. Makalah Lembaga Pendidikan
  77. Makalah Lingkungan Hidup
  78. Makalah Manajemen
  79. makalah Manajemen Pendidikan
  80. Makalah Manajemen Perkantoran
  81. Makalah Media
  82. Makalah Media Pembelajaran
  83. Makalah Media Pendidikan
  84. Makalah PAUD
  85. Makalah Pedagogik
  86. Makalah Pembelajaran
  87. makalah pembelajaran mikro
  88. Makalah Pembelajaran Terpadu
  89. makalah pembelejaran terpadu
  90. Makalah Penataan Ruang
  91. Makalah Pendidikan
  92. Makalah Pendidikan Agama
  93. Makalah Pendidikan Anak
  94. Makalah Pendidikan Anak Usia Dini
  95. Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia
  96. Makalah Pendidikan Bahasa Inggris
  97. Makalah Pendidikan Biologi
  98. Makalah Pendidikan Budi Pekerti
  99. Makalah Pendidikan Dan Pembangunan
  100. Makalah Pendidikan Islam
  101. Makalah Pendidikan Jasmani
  102. Makalah Pendidikan Karakter
  103. Makalah Pendidikan Kesehatan
  104. Makalah Pendidikan Kewarganegaraan
  105. makalah pendidikan lingkungan hidup
  106. Makalah Pendidikan Luar Sekolah
  107. makalah pendidikan matematika
  108. Makalah Pendidikan Moral
  109. Makalah Pendidikan Multikultural
  110. Makalah Pendidikan Olahraga
  111. Makalah Pendidikan Pancasila
  112. Makalah Pendidikan Sekolah Dasar
  113. Makalah Pendidikan Seks
  114. Makalah Penegakan Hukum Di Indonesia
  115. Makalah Penelitian Pendidikan
  116. Makalah Penelitian Tindakan Kelas
  117. Makalah Pengantar Hukum Indonesia
  118. Makalah Pengantar Ilmu Hukum
  119. Makalah Pengantar Pendidikan
  120. Makalah Pengelolaan Kelas
  121. Makalah Pengelolaan Pendidikan
  122. Makalah Peningkatan Mutu Pendidikan
  123. Makalah Perbandingan Hukum Perdata
  124. Makalah Perbandingan Pendidikan
  125. Makalah Perencanaan Pembelajaran
  126. Makalah Perkembangan Pendidikan
  127. Makalah Pertahanan
  128. Makalah Pertanian
  129. Makalah PKn
  130. Makalah Politik Hukum Indonesia
  131. Makalah Psikologi
  132. Makalah Psikologi Pendidikan
  133. Makalah SDM
  134. Makalah Sejarah
  135. Makalah Sejarah Pendidikan Islam
  136. makalah semester 8
  137. Makalah Sistem Hukum Indonesia
  138. Makalah Sistem Pendidikan Nasional
  139. makalah sosiologi
  140. Makalah Sosiologi Antropologi
  141. makalah sosiologi antropologi pendidikan
  142. Makalah Sosiologi Hukum
  143. Makalah Sosiologi Pendidikan
  144. Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
  145. Makalah Teknologi Pendidikan
  146. Makalah Tentang Hukum Dan Ham
  147. Makalah Tentang Hukum Islam
  148. Makalah Tentang Hukum Lingkungan
  149. Makalah Tentang Hukum Pajak
  150. Makalah Tentang Pendidikan
  151. Makalah TIK
  152. makalh pendidikan anak berkebutuhan khusus
  153. Masalah Pendidikan
  154. My notes

Program Semester SD

By Risman | At 17.08 | Label : | 0 Comments

Softwere untuk sekolah

By Risman | At 17.06 | Label : | 0 Comments

Lagu-lagu Nasional pada Upacara SD

By Risman | At 17.00 | Label : | 0 Comments

Administrasi Sekolah

By Risman | At 16.54 | Label : | 0 Comments

Analisis Hasil Evaluasi Belajar
v  Buku Dan Bahan Rujukan Pelajaran
v  Buku Kegiatan Lomba Siswa
v  Buku Kunjungan Studi Banding
v  Daftar Kenaikan Kelas Dan KelulusanBiodata Pejabat Fungsional
v  Buku Pelajaran Pegangan Siswa
v  Buku Penghubung Orang Tua – Wali Murid Dengan Sekolah
v  Buku Supervisi Kelas
v  Buku Bimbingan Dan Penyuluhan
v  Buku Tamu Kelas
v  Grafik Keadaan Siswa
v  Buku Pelajaran Pegangan Guru Kelas
v  Daftar Administrasi Lengkap
v  Daftar Isian Nuptk
v  Daftar Isian Pendataan Siswa
v  Daftar Mutasi Siswa
v  Jadwal Piket
v  Grafik Pencapaian Target Kurikulum Dan Daya Serap Kurikulum
v  Daftar Nilai Latihan Un Utama
v  Daftar Nilai Rapot
v  Daftar Penerima Beasiswa
v  Format Peg-9 = Buku Cuti Pegawai – Guru
v  Daftar Pelaksanaan Ekstrakurikuler
v  Daftar Penerimaan Penghasilan Tambahan Insentip
v  Daftar Penyerahan Ijazah Kepada Lulusan Ujian Sekolah
v  Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas Dan Kelulusan
v  Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Bos
v  Daftar Riwayat Hidup – Curiculumvitae
v  Data Penghargaan Akademis Dan Non Akademis Siswa
v  Data Statistik Sd Penerima Dana Bos Apbd ProvinsiDaftar Pegawai Negeri Sipil
v  Denah Uasbn Dan Daftar Hadir Pengawas Uasbn
v  Iuran K3s
v  Ikrar Hidup Bersih
v  Honor Us
v  Daftar Siswa Tdk Mampu
v  Iuran Kkks
v  Honor Tkd
v  Data Siswa Dan Siswa Miskin
 Kuasa Surat Beasiswa
v  Dp-3 Daftar Penilaian 3
v  Form. Rapot Sementara
v  Format Pk-1= Jadwal Pelajaran Umum
v  Format Pk-2 = Daftar Pembagian Tugas Mengajar Bagi Guru
v  Format Pk-3 = Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar
v  Format Pk-4 = Daftar Penyelesaian Kasus Sekolah
v  Format Pk-9 = Hubungan Kemasyarakatan
v  Format Pk-6 = Rekapitulasi Kenaikan Kelas – Kelulusan
v  Format Pk-8 = Rekapitulasi Pelaksanaan Supervisi Kelas
v  Format S-2 = Daftar Calon Siswa Baru Kelas 1
v  Format S-3 = Daftar Siswa Baru Kelas 1
v  Formats-17 = Daftar Peserta Un-Us Dan Prestasinya
v  Formats-18 = Daftar Masuk Sltp – Mts
v  Tanda Bukti Penerimaan Beasiswa
v  Forrmat Peg-17b = Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai – Guru
v  Grafik Absen Sisiswa
 Jadwal Guru Pembimbing Ekskul
v  Jadwal Pelajaran Piket Thb
v  Jadwal Pelajaran
v  Jadwal Evaluasi Sumatif
v  Keadaan Siswa Menurut Umur
 Kalender Pendidikan
v  Kartu Inventaris Ruangan
v  Kegiatan Pembelajaran Diluar Kelas
v  Kalender Pendidikan
v  Kegiatan Praktek Mata Pelajaran
v  Buku Penyerahan Raport
v  Kelakuan Baik
v  Kelompok Belajar
v  Daftar Inventaris Sarana
v  Kisi2 Ujian Praktek Kelas Vi
v  Komite Sd Negeri Rehab
v  Komite Sekolah
v  Ktsp
v  Kwitansi Pegawas Uasbn
v  Lpjk3s
v  Media Alat Peraga Alat Bantu Pelajaran
v  Monitoring
v  Naskah Ujian Praktek
v  Nilai Mid
v  Nilai Super Visi Guru Kelas
v  Notula Rapat
v  Papan Pangkat
v  Penelitian Tindakan Perbaikan Pembelajaran
v  Pernyataan Kelas Vi
v  Pernyataan Melaksanakan Tugas
v  Peryataan Melanjutkan Ke  SMP / MTS
v  Plang Nama Sd
 Program Kegiatan Super Visi Kelas
 Proposal  Porseni Atau O2sn
 Proposal Block Granda Pbnp
 Proposal Kemah
v  Proposal Kenaikan Kelas
 Proposal Meubeler
v  Proposal Mid Semester
v  Proposal Penerimaan Siswa Baru
v  Proposal Pesantrenkilat Sd
 Proposal Program Gugus
 Proposal Program Ulangan Harian
 Proposal Program Ulum
v  Sk Bend. Pembantu Bos
 Rapat Buku Bos
 Rehab Gedung
 Rekap Nis Dan Nisn
 Rekomendasi Siswa Ke  SMP / MTS
v  Rencana Kegiatan Tahunan
 Rencana Penggunaan Dana Bos
v  Rencana Program Evaluasi
v  Rincian Tugas Pegawai Sekolah
 Rpp Baru
v  S-6 = Jumlah Siswa Menurut Kelas Asal Dan Jenis Kelamin
v  S-7 = Jumlah Siswa Menurut Usia Kelas Dan Jenis Kelamin
 Satuan Pendidikan
v  Setoran Pajak
v  Siswa Pstktl
v  Sk Bendahara Bos
v  Sk Pembagian Tugas Guru
v  Sk Prestasi Siswa
v  Sk Tata Tertib Sekolah
v  Soal Dan Analisis
v  Struktur Kurikulum Dan Muatan Kurikulum Ktsp
v  Super Visi Ulangan Umum Semester I
 Super Visi Ulangan Umum Semesterr I
 Surat Izin Guna
 Surat Izin Mutasi
 Surat Kelulusan Siswa
 Surat Keterangan Kelakuan Baik
 Surat Keterangan Sukwan
 Surat Pernyataan Melanjutkan Ke  SMP / MTS
 Surat Pernyataan Rahasian Ujian
 Surat Tugas Khusus Dokter Kecil
v  Tata Tertib Siswa

Sabtu, 08 September 2012

Cara Meniti Karier di Birokrat

By Risman | At 04.23 | Label : | 0 Comments

 Beberapa Hal yang harus di persiapkan dalam menitikarir di Birokrasi agar sukses dantaranya adalah sebagai berikut:


1. Nilailah Diri Sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Apalagi di dunia pekerjaan seorang PNS, yang hampir setiap hari selalu dapat dinilai masyarakat luas.Penilaian itu harus obyektif dan realistis. Jika Anda merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang Anda hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut. Daftar singkat ini akan membantu Anda memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja Anda sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, Anda bisa memutuskan aspek mana yang sudah Anda kuasai, dan aspek mana yang perlu ditingkatkan. Sebagai contoh kita memiliki kelebihan dalam mudah bergaul dalam masyarakat, namun kita memiliki kekurangan yaitu berat untuk mempercayai orang, bahkan kita terkesan pamali kepada orang yang kita temui sehari-hari. Melalui penilaian diri sendiri ini maka, kita akan bisa sedikit mengubah sifat curiga kita kepada orang lain untuk kebaikan kinerja kita di masa depan.

2. Terus Belajar

Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Apalagi melihat perkembangan teknologi dan sifat demokratis yang ditunjukan oleh masyarakat yang tergambar dari semakin ramainya terjadi demonstrasi-demonstrasi yang sering berujung kepada keributan. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang. Dan yang paling penting kita jangan takut untuk melakukan berbagai pekerjaan. Walaupun pekerjaan itu hanya sekedar mengantar surat atau bersih-bersih. Karena tidak menutup kemungkinan dari hal-hal kecil itu, seorang pimpinan dapat menilai anda dan memberikan harapan untuk kinerja profesionalitas anda di masa depan.

3. Be Responsible

Meskipun berada dalam naungan sebuah Kementrian atau Pemerintahan, Anda yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa Anda mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya. Dan dari skill yang semakin jaya itu, maka pimpinan dalam pemerintahan tersebut akan membantu proses perkembangan karier anda. Dan anda juga jangan malas kalau misalnya ada undangan diklat atau kursus yang ada di Pemerintahan anda, anda jangan takut atau bahkan terkesan menolak undangan itu, bahkan sebaliknya anda harus berusaha untuk ikut, walaupun diklat yang anda ikuti itu hanya sekedar "Table Manner", namun mungkin dari diklat yang sekecil itu, bisa saja pimpinan menilai kinerja anda.

4 . Jaga Kinerja


Selain bertanggungjawab, Anda juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional Anda. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menurut Anda menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas. Dan jangan takut untuk bersaing dengan siapapun dalam menunjukan kinerja anda, bahkan jika anda bisa mengerjakannya tanpa dikomandoi, mungkin itu akan mendapat nilai plus sendiri bagi atasan, karena hampir semua atasan pasti selalu tidak ingin repot.


5. Jaga Hubungan Kerja

Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. Gunakan semua contoh dan teori profesional yang Anda punya untuk meningkatkan kinerja. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai salah satu contoh bagi rekan kerja. Dan usahakan jangan membuat sifat kepemimpinan anda seperti "Gaya Kepemimpinan Kodok" yang pernah saya bahas sebelumnya, dimana di dalam gaya tersebut kita bertindak seperti penjilat kepada atasan, membunuh teman selevel dan tidak mempedulikan bawahan kita. Ingat, kita ini hidup sosial, jadi jangan terlalu bersikap apatis, lebih baik anda menjauh dari komunitas yang tidak anda sukai, daripada anda bersifat apatis namun anda tidak mau menjauh dari komunitas itu.

6. Ciptakan Jaringan

Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Anda bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja Anda. Contohnya, jika Anda seorang akuntan atau tamatan akuntansi sewaktu kuliah dulu, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang Anda peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari. Karena tidak menutup kemungkinan karier sebagai PNS itu akan berhenti atau mungkin anda menundurkan diri karena mungkin sudah merasa jenuh, dan ketika saat itu tiba, maka anda tidak akan terlalu repot untuk meyelami dunia pekerjaan yang lain, karena jaringan anda sudah cukup kuat.


7. Carilah Mentor

Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru. Tentu, bukan dalam arti harfiah. Anda bisa, kok, misalnya "berguru" kepada penulis favorit Anda melalui buku-buku karyanya. Secara tak langsung, Anda akan menguasai ilmu Sang Ahli tersebut dan kemudian Anda terapkan dalam tugas sehari-hari. Tapi, bisa juga Anda langsung meminta petunjuk dari ahli yang Anda kenal. Yang penting, Anda yakin bahwa "guru" Anda ini memang ahli dan sudah memiliki pengalaman di bidangnya. Kalau perlu anda dapat melihat CV dari mentor anda tersebut, mungkin dari CV itu anda dapat mempelajari pada saat apa saja anda dapat meniru tindakan-tindakannya dalam mengembangkan dirinya.


8. Siapkan Masa Depan

Selalulah bertanya, "Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya?" Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, Anda sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. Dijamin, Anda akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang Anda perkirakan. Dan anda juga bisa membuat suatu buku saku di saku buku anda, yang berisi apa saja yang akan anda lakukan, apa saja tugas yang menanti, dan apa saja yang anda perlukan. Karena tidak bisa dipungkiri, manusia pasti memiliki sifat lupa dan tidak sediki


9. Asah Terus Skill Anda

Sekarang ini banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi, dari mulai pelatihan soal keuangan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. Nah, seperti halnya poin ke-2 di atas, jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi Anda. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karier Anda.


10. Jangan Lupakan Teknologi

Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa Anda buka dan membantu meningkatkan skill Anda. Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, Anda bisa misalnya, "berteman" dengan jago komunikasi atau mungkin dosen-dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi yang ada, jika Anda berniat mempelajari belajar kepemimpinan, Anda bisa bergabung dengan Komunitas Mario Teguh, dan sebagainya. Dan begitu juga jika anda ingin memperdalam ilmu tentang birokrasi, anda dapat mencari sekian banyak teman atau obrolan yang ada di dunia maya yang sangat banyak jumlahnya.Bahkan jika anda mulai mencoba untuk beralih ke jalur Fungsional, maka anda juga dapat mencari bahan-bahan yang dapat anda pelajari atau pecahkan.

 Sumber : Catatankulaih praja

Sabtu, 01 September 2012

Format SKUMPTK

By Risman | At 03.36 | Label : | 0 Comments
SKUPTK adalah kepanjangan dari Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Pembayaran Tunjangan Keluarga. format ini diperlukan untuk PNS setiap tahun Bagi rekan-rekan yang membutuhkan format SKUM PTK silahkan Klik Di sini
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Risman Munajat Note's - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz